09 Okt 2017 09:43

KPK Geledah Tiga Lokasi, Satu Hakim Tipikor Dimintai Keterangan

MyPassion
AMBIL BARANG BUKTI: Rombongan KPK keluar dari Pengadilan Tinggi (PT) Manado dan bergegas memasukkan satu buah koper berwarna hijau, ke dalam bagasi mobil Kijang Innova, kemarin.

SUASANA yang tidak biasa nampak terlihat di Pengadilan Tinggi (PT) Manado, Minggu (8/10), kemarin. Sekira 12 personil KPK mendatangi PT. Dengan menggunakan tiga buah mobil Kijang Innova berwarna putih dan hitam, rombongan KPK tiba pukul 11.00 Wita. Langsung masuk ke dalam kantor PT untuk melakukan pemeriksaan. Pintu masuk PT dijaga ketat lima orang polisi yang bersenjata lengkap.

Setelah delapan jam melakukan pemeriksaan, rombongan KPK keluar dari PT dengan membawa dua buah koper. Berwarna hijau muda dan hitam serta sebuah dus yang berisikan berkas. Dengan langkah cepat, rombongan KPK yang saat itu kompak menutupi wajah dengan masker, bergegas ke dalam mobil. Meninggalkan PT sekira pukul 19.30 Wita.

Selain itu, KPK juga menggeledah rumah dinas Sudiwardono, di Jalan PM Tangkilisan Bumi Beringin Kecamatan Wenang, Minggu (8/10), kemarin. Pantauan wartawan koran ini, sekira pukul 12:30 Wita, tim KPK tiba  di rumah dinas menggunakan tiga mobil Toyota Innova berwarna hitam.

Sekitar 10 orang dan empat Polisi membawa senjata laras panjang turun dari mobil. Kemudian KPK langsung masuk menggeledah rumah dinas. Sekira tiga jam, tim KPK berada dalam rumah. Pukul 15:30 Wita, beberapa anggota KPK keluar dengan membawa satu koper warna hitam, satu koper besar warna hijau, dan satu dus yang diduga berupa surat dan dokumen. Beberapa anggota KPK terlihat menggunakan masker warna putih. Koper dan dus langsung dimasukan dalam bagasi mobil. Para Tim KPK seketika langsung menaiki mobil dan pergi menuju arah jalan 17 Agustus.

Saat wartawan coba bertanya kepada salah seorang pria, dirinya buru-buru menutup kembali pagar rumah. Ia enggan berkomentar dan hanya menjawab, “Saya tidak tahu, saya hanya penjaga rumah,” katanya sambil berjalan cepat masuk ke dalam rumah.

Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Manado Dr Siswandriyono SH MHum membenarkan hal tersebut. “Iya benar, tadi terjadi pemeriksaan di ruang Kepala Pengadilan Tinggi. Dari pukul 11.00 sampai 19.15 Wita,’’ ungkap Siswandriyono sembari tersenyum tipis.

Ia membeberkan, dalam pemeriksaan tersebut terdapat satu orang hakim ad hoc yang juga ikut dimintai keterangannya oleh KPK. ’’Tadi ada satu orang hakim yang ikut dimintai keterangan. Namanya Pak Andreas (Hakim Tipikor Andreas Lumme, red),’’ akunya.

Diungkapkannya, jika berkas yang dibawa oleh KPK, hanya merupakan berkas salinan kasus Tipikor yang melibatkan mantan Bupati Bolmong (Marlina, red), yang telah selesai disidangkan. Sementara berkas yang asli tetap di PT. “Semua berkas yang dibutuhkan, kami buatkan salinannya. Aslinya tetap disini, karena itu adalah kewenangan PT,’’ jelasnya.

Lanjutnya, ia mengucapkan terima kasih kepada KPK yang sangat kooperatif dan santun melakukan pemeriksaan. Ketika dimintai keterangan kasus OTT, Siswandriyono memilih untuk tidak menjelaskan. “Soal itu saya tidak tahu, karena Locus Delictinya  tidak disini,” tandasnya.

Diketahui, ada 3 lokasi yang digeledah penyidik hari ini. Penggeledahan di Jakarta di rumah dinas Aditya Anugrah Moha (AAM) di Kompleks DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan. Di Manado, di Kantor Pengadilan Tinggi Manado dan rumah dinas Ketua PT Manado (Sudiwardono)

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah memaparkan, penyidik menemukan barang bukti elektronik dan dokumen. Bukti tersebut terkait penanganan perkara ibunda Aditya Moha, Marlina Moha Siahaan. "Dari 3 lokasi tersebut penyidik menyita barang bukti elektronik dan dokumen yang terkait dengan proses penanganan perkata tindak pidana korupsi atas nama terdakwa Marlina Moha Siahaan dalam perkara tindak pidana korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Kabupaten Bolaang Mongondow tahun 2010," beber Febri.

Selain melakukan penggeledahan, KPK juga menyita rekaman CCTV dan bukti pesan dari tempat terjadinya transaksi suap. Yakni hotel di Kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat. MMS sendiri telah divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Manado.

Eks Bupati Bolaang Mongondow ini, dua periode berturut-turut mulai 2006-2011 dan 2011-2016. Kuat dugaam, suap yang diberikan Aditya ke Sudiwardono, agar tidak dilakukan penahanan terhadap MMS dan mempengaruhi putusan banding. Dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) Jumat (6/10), KPK mengamankan SGD 64 ribu. (ayurahmi/gnr)

Kirim Komentar