07 Okt 2017 09:51
Setahun Bertambah 18 Ribu Kendaraan

2022, Manado Macet Total

MyPassion

MANADO—Kota Manado diprediksi macet total pada 2022 nanti. Data Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Manado Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Sulut, saat ini kendaraan di ibu kota provinsi ini mencapai 273.578 unit. Roda empat 85.496 unit dan roda dua 188.082 unit (lihat grafis, red).

Di sisi lain, data Dinas Perhubungan Manado menyebut panjang jalan masih tetap 540 Km atau setara 540.000 meter. Pengamat transportasi Ir Audi Rumayar M Eng IPU merinci, jika panjang mobil rata-rata tiga meter, berarti sudah memenuhi 256.488 meter panjang jalan kota ini.

Untuk sisa 283.512 meter panjang jalan tersisa, cukup menambah 94.504 roda empat. Apabila pertambahan mobil dirata-ratakan 1.500 unit per bulan atau 18.000 unit setahun, kata Rumayar, dipastikan dalam lima tahun ke depan atau 2022, Manado macet total.

Kepala UPTB Manado BP2RD Sulut Junita Laloan SSos MSi mengakui, hingga Juli 2017 total 273.578 kendaraan telah mengaspal di ibu kota provinsi ini.

Dibandingkan jumlah 2016, ada penambahan 10.533 unit. Roda dua 7.913 unit dan roda empat 2.620 unit. Artinya, sejak Januari, rata-rata 1.500 kendaraan baru masuk setiap bulan. Ini menandakan geliat bisnis otomotif cukup baik. 

Lanjutnya, kendaraan baru yang masuk di Manado selang tujuh bulan ini, terbanyak pada Juli yaitu 1.986 unit. “Selain itu, ada juga mutasi masuk kendaraan. Total masing-masing 472 mobil dan 129 motor,” imbuh Laloan.

Di sisi lain, warga semakin was-was untuk melintasi sejumlah ruas di Manado. Karena kemacetan bakal ditemui pengguna jalan di hampir semua ruas jalan utama di Manado. Di antaranya, Jalan Pierre Tendean Boulevard, Jalan RW Monginsidi Malalayang, Jalan Ahmad Yani Sario, Jalan Bethesda Ranotana, Jalan Sam Ratulangi Titiwungen, Jalan Tololiu Supit Teling, Jalan RE Martadinata Paal Dua, Kawasan Pasar 45, maupun Jalan Hasanuddin Tuminting.

Karena itu, Rumayar menyarankan, perlu penambahan jalur baru di dalam kota. “Harus diseimbangkan antara pendirian bangunan-bangunan baru, terlebih difungsikan untuk komersil, dengan ruas jalan,” sebut akademisi Unsrat tersebut, sembari mengapresiasi upaya pemerintah menggenjot pembangunan ring road III.

Untuk jangka pendek, Rumayar mengatakan, perlu pengaturan tegas instansi terkait soal parkir kendaraan. “Karena kendaraan yang parkir sembarangan membuat kemacetan semakin parah di sejumlah ruas jalan,” tandasnya.

 

=== OK ===  

Sementara itu, Kepala Cabang PT Hasjrat Abadi Toyota Tendean Arinal Jusuf mengatakan, jumlah kendaraan di Manado terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Ditunjang kemampuan daya beli masyarakat yang semakin meningkat. Khusus di Toyota, kata Arinal, mobil yang diminati yaitu Cayla dan Avanza. Diikuti kendaraan low MPV.

“Ini berdampak pada penjualan di Manado tahun ini. Naik sekira 21 persen dibandingkan tahun lalu,” sebut Arinal, tadi malam. Dia pun mengakui, masuknya taxi online juga mempengaruhi pertumbuhan penjualan kendaraan di Manado.

 

 

Kepala Bappelitbang Manado Dr Liny Tambajong mengatakan, dalam rancangan Manado Kota Baru, pemerintah menyiapkan pengembangan transportasi massal. Apakah itu berbentuk bus atau kereta api cepat (MRT). “Kemudian pemerintah kota bakal mengembangkan transportasi air dari Malalayang hingga Tuminting. Termasuk akan mengembangkan transportasi sungai dengan melakukan normalisasi sungai terlebih dulu,” ujarnya.

Dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Manado M Sofyan, untuk mengurai kemacetan pihaknya menempatkan personel di titik-titik rawan. “Ini komitmen Dishub Manado untuk bekerja sama aparat kepolisian,” tutur Sofyan.

Dikatakannya, kemacetan di Manado sudah tak terelakkan. “Khusus Manado sudah 1.500 kendaraan bertambah sebulan. Belum lagi kendaraan dari luar Manado seperti Bitung, Tomohon, Minut, Minahasa, Minsel, dan Mitra yang masuk ibu kota,” pungkasnya.(Tim MP/ite)

Kirim Komentar