06 Okt 2017 12:57

22 KK Minikmati Listrik

MyPassion
PEDULI PEMBANGUNAN: Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana meresmikan listrik perdesaan, di Kampung Biru, didampingi Assisten I D Mandiangan dan Manager PT PLN Persero Hiro Pingkir Pardede.

SANGIHE—Selama puluhan tahun tidak dialiri listrik, akhirnya 22 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Biru menikmati listrik, Kamis (5/10). Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME meresmikan listrik perdesaan di Kampung Biru, bertempat di GMIST Talita Kum Bowongbuase.

Bupati mengungkapkan, rasa terima kasih kepada PT PLN Persero Tahuna, di mana Kampung Biru sudah menikmati fasilitas pemerintah dan juga sudah merespon permintaan masyarakat untuk mendapatkan aliran listrik.

"Ini merupakan salah satu janji kampanye, di mana kami akan fasilitasi aliran listrik di kampung-kampung dan ternyata sudah terfasilitasi," kata bupati dalam sambutannya.


Menurutnya, pemasangan listrik di Kampung Biru terbilang istimewa.  Keistimewaan pertama, yaitu kampung tersebut sudah memanfaatkan tiang beton yang tidak mudah karat. Karena mengingat Sangihe merupakan wilayah kepulauan “Jika menggunakan tiang besi akan cepat karat. Kemudian juga sudah memanfaatkan kabel bungkus yang aman serta menghindari masyarakat dari hal- hal buruk,” katanya. 

"Saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan listrik ini semaksimal mungkin. Karena dengan adanya aliran listrik maka semua dapat terfasilitasi. Dan saya berharap pulau di perbatasan seperti Kawio dan Matutuang juga dapat difasilitasi listrik," harap Gaghana. 


Sementara itu, Manager PT PLN Persero Area Tahuna Hiro Pingkir Pardede ST juga mengucapkan terima kasih kepada bupati atas  supportnya. Karena Kampung Biru merupakan kampung paling cepat dialiri listrik.

"Ada beberapa juga yang akan dialiri listrik dan sekarang dalam proses penyelesaian pembangunan. Kami mengucapkan selamat kepada masyarakat, semoga dengan adanya listrik ini kita dapat menjalankan kehidupan dengan baik," ungkap Pardede.

Dia juga memohon maaf, sebesar-besarnya kepada masyarakat Sangihe karena di hari sebelumnya lampu selalu padam. "Saat ini tingginya angka kerusakan disebabkan karena pohon yang menimpah kabel. Kami berupaya keras untuk membersihkan pepohonan yang dapat mengganggu aliran listrik," ujarnya.
Terpisah, Warga Kampung Biru Abdul Lentemona mengungkapkan, rasa bahagianya kerena sudah dapat menikmati aliran listrik."Puluhan tahun lamanya kami hanya menggunakan lampu botol. Kemudian selama tiga tahun kami sudah menggunakan tenaga genset. Dan saat ini akhirnya bisa menikmati aliran listrik," tutup Lentemona. (ctr-17/ite)

Kirim Komentar