05 Okt 2017 10:40

Penyaluran Dana BOS Harus Diawasi

MyPassion
Ilustrasi

MINUT — Cairnya dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) triwulan tiga, menjadi tanda awas bagi pengelola. Jangan sampai menyalahgunakan dana tersebut.

 

“Pengelolaan dana BOS harus sesuai aturan. Jangan sampai Kepsek ataupun guru-guru memanfaatkan dan yang notabene untuk kesejahteraan siswa ini,” kata Ketua Gebrak Minut William Luntungan.

 

Lanjutnya, penggunaan dana ini harus transparan. Dan sangat diharapkan, dinas terkait serta dewan pengawas untuk terus mengawasi penyaluran dana tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dispen) dr Lilly Lengkong MKes mengatakan, pihaknya selalu mensosialisasikan dana BOS harus tepat sasaran, dan digunakan sesuai aturan. “Jangan sampai berhadapan dengan aparat hukum,” kata Lengkong.

Untuk anggarannya sebut Lengkong, setiap sekolah yang menerima  sesuai dengan jumlah siswa, dan untuk penggunaan dana BOS ada sekira 14 item.

Dijelaskan Sekretaris Dispen Olfy Kalengkongan, setiap siswa SD terima Rp 800 pertahun. Dan diterima empat kali. “Triwulan satu 20 persen, triwulan dua 40 persen, triwulan tiga 20 persen, dan sisanya triwulan empat 20 persen. Kalau untuk SMP Rp 1 juta. Perhitungannya sama dengan SD," jelasnya.

Ditambahkan Kelengkongan, jumlah SD negeri dan swasta di Minut 192 sekolah. Dan SMP ada 68 sekolah. Untuk jumlah siswa SD 21.635, sedangkan SMP 19.706 siswa. "Untuk TK tidak terima dana BOS. Tapi dana BOP,” kuncinya.(tr-01/ria)

Kirim Komentar