30 Sep 2017 11:53

Cuaca Ekstrem, Waspada Bencana

MyPassion
Sri Wahyumi Manalip

MELONGUANE—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud terus mewarning warga waspada bencana. Mengingat belakangan ini Talaud dilanda cuaca ekstrem, berupa hujan lebat disertai angin kencang. "Cuaca sekarang susah diprediksi. Belakangan ini Talaud sering diterpa hujan lebat disertai badai. BPBD sigap serta memberi imbauan ke kecamatan agar tidak lengah dan waspada bencana," ujar Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud Nelson Udang.

Bagi para nelayan yang ada di pesisir pantai, lanjutnya, lebih berhati-hati. "Cuaca di Tanah Porodisa sedang tak stabil. Disarankan untuk tak melaut saat cuaca ekstrem," tambahnya. Memang, kata Udang, ketinggian ombak tidak terlalu membahayakan pelayaran, tapi alangkah baiknya mencegah. "Hingga saat ini, tim masih berada di lapangan memantau daerah rawan bencana. Khususnya di Kecamatan Lirung, Tampan'Amma, Essang, dan Kecamatan Beo. Hindari wilayah berjurang dan mudah tergenang air, apalagi bantaran sungai," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip mengatakan, gugusan Kepulauan Nusa Utara dikenal daerah rawan bencana. Baik tanah longsor, banjir, dan gelombang laut. "Waspada pohon tumbang dan bencana lainnya. Bagi nelayan, jika cuaca ekstrem jangan melaut," katanya.

Pemkab pun khawatir terjadi keterlambatan pembangunan jika cuaca terus menerus seperti ini. Pasalnya para buruh takkan mungkin melanjutkan pekerjaan di saat hujan disertai angin kencang. Bukan itu saja, pengiriman material bangunan pun akan terhambat jika tak ada kapal yang berlayar nantinya. "Untuk seluruh warga, pemerintah daerah mengimbau tetap waspada, terutama bagi mereka yang aktivitas kesehariannya melewati lautan," tandas SWM.(***)

Komentar
Kirim Komentar