26 Sep 2017 13:58
Pemicu Perempuan Banyak Menuntut

Sudah 97 Pasutri Cerai

MyPassion

SANGIHE–Kasus perceraian setiap tahun meningkat. Terhitung Januari hingga Agustus 2017, sudah ada 97 pasangan suami istri (pasutri) cerai di Kabupaten Kepulauan Sangihe (lihat grafis).

Penanggung Jawab Perkara Panitera Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Kepulauan Sangihe Sakinah mengungkapkan, 48 perkara ini terbanyak didasari oleh tidak adanya tanggung jawab. "Paling banyak penggugat yaitu perempuan. Didasari karena faktor ekonomi. Di mana perempuan banyak menuntut apa yang tidak bisa dilakukan suami," jelas Sakinah.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri (PN) Tahuna Mohamad Hidayatulah SH mengatakan, ada 147 perkara kasus perceraian yang masuk di PN Tahuna. Terdiri dari 98 berkas yang belum putus dan 49 lainnya sudah diputuskan."Penyebab perceraian paling banyak karena sudah sekian lama berpisah. Mungkin terjadi percekcokan antara pasutri hingga memilih untuk pisah ranjang beberapa tahun, sampai mengajukan perceraian," ungkap Hidayatulah.

Terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Dra Olga Makasidamo menuturkan, data perceraian dari PN yang tercatat di Dinas Dukcapil ada 49 data. "Namun yang baru diterbitkan akta perceraian oleh dinas, yang sudah memasukkan data dari pengadilan," tutup Makasidamo. (ctr-17/ite)

Komentar
Kirim Komentar