25 Sep 2017 13:07
Hujan Bikin Warga Was-was

Proyek Janda Disorot

MyPassion
DIKELUHKAN: Proyek pelebaran jalan Desa Moyag, Kotamobagu Timur kembali dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, drainase tak mampu menampung debit air jika hujan. Foto: Novianti Kansil/MP

KOTAMOBAGU—Pengerjaan pelebaran jalan desa (janda) Moyag, di Kecamatan Kotamobagu Timur disorot warga. Pasalnya, drainase yang gali pekerja dari PT Gading Murni Perkasa itu, tak mampu menahan air ketika hujan deras. Akibatnya, rumah warga jadi korban karena tergenang air.

 

“Ini (Sabtu) sudah ketiga kalinya air masuk ke rumah kami. Bagaimana tanggung jawab kontraktor serta instansi terkait? Kami seakan dihantui rasa takut tiap kali hujan. Apalagi saya punya bayi di rumah,” keluh Merlita, pekan lalu.

Menanggapinya, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kotamobagu Ishak Sugeha mengaku, akan turun melihat proyek tersebut. “Kita lihat dulu teknisnya di lapangan. Sebab rumusnya, sebelum badan jalan diaspal, drainasenya lebih dulu dikerjakan. Jangan malah diputar, nanti risikonya ke masyarakat,” kata Ishak, kemarin.

Politisi Partai Demokrat itu juga meminta tanggung jawab instansi terkait, terhadap kerugian yang dialami warga. “Instansi terkait dalam hal ini Dinas PU Kotamobagu atau PPTK-nya, harus bertanggungjawab atas kerugian yang menimpa warga sekitar proyek,” pintahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sande Dodo menegaskan, akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat. Apalagi katanya, sudah menimbulkan kerugian. “Intinya drainase tetap segera dikerjakan, tapi lumayan pelan pengerjaannya. Dan saya sudah tegur pelaksana, agar secepatnya menambah orang kerja,” tegas Sande.

Sekadar informasi, proyek peningkatan jalan menuju pabrik gula semut di Desa Moyag itu, menggunakan dana APBD 2017 dengan total anggaran sebesar Rp 3,4 miliar, dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari.(yan/gnr)

Komentar
Kirim Komentar