22 Sep 2017 08:13

Pengawasan PCC Ada di BB POM

MyPassion
Ilustrasi

MANADO—Peranan orang tua terhadap anak kian penting di saat maraknya peredaran ‘obat’ mematikan PCC. Pil racikan Paracetamol, Caffeine dan Carisisoprodol ini telah merenggut nyawa nyawa dua siswa di Kendari, Sulawesi Tenggara. Pemerintah dan instansi berwenang sewajarnya menaruh perhatian serius. Pasalnya, akses Kendari ke Sulawesi Utara sangat terbuka.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyampaikan kekhawatirannya. “Kita khawatirkan pil PCC yang sudah sangat populer di kalangan remaja,” katanya. Karenanya, ia menginstruksikan pengawasan dan Sidak. “Kita akan melakukan Sidak di wilayah tertentu. Kemudian kita ingatkan orang tua agar mengawasi dan turut memberi pemahaman terkait bahaya pil ini bagi anak-anak,” singkat gubernur.

Kekhawatiran warga juga muncul dengan dugaan pil tersebut mudah didapat di apotek. Terkait dugaan ini, Sekretaris Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sulut Hendrawan Widjaja SFarm Apt memberi penegasan. “Saya bisa menjamin, di Sulut tidak ada apotek atau instansi kefarmasian yang menjual PCC,” katanya.

Pil ini tidak diproduksi oleh perusahaan farmasi resmi. “Penegasan ini juga datang dari IAI pusat. Yang mana, pil PCC tidak diproduksi oleh perusahana farmasi berizin. Jadi, pil ini dibuat dan diracik oleh oknum,” tegas Widjaja.

Tanggung jawab pengawasan ada di Balai Besar Pengawasan Obat dan Minuman Manado. Ketika diwawancara,  Kepala BB POM Manado Dra Rustyawati Apt MKes Epid mengatakan telah melakukan terhadap bahaya PCC. Namun, baru di beberapa sekolah. Di beberapa sekolah itu, memang belum ditemui PCC.

Dia mengimbau seluruh masyarakat agar harus lebih waspada. “Khususnya para orang tua agar memperhatikan bentuk jajanan yang dibeli setiap anak,” ungkap Rustyawati.

Meski institusi ini paling bertanggung jawab, namun dia juga meminta aksi serupa dilakukan pihak lain. “Jangan hanya BB POM namun Kepolisian, Dinas Pendidikan, BNN, dan Dinas Kesehatan juga harus turun bersama,” kuncinya.

Warning ke pihak sekolah juga disampaikan Diknas Sulut. bentuk pengawasan juga diperluas sampai ke jajanan. “Kami sudah memberi informasi pada semua kepala sekolah, untuk meningkatkan pengawasan terutama pada makanan yang dijual,” ujar Kadis Diknas Asiano Gamy Kawatu. “Orang tua harus ikut berperan. Jaga dan awasi anaknya, agar PCC ini tidak akan memakan korban.”(*)

Kirim Komentar