15 Sep 2017 12:46

Pemadaman Listrik Tak Berujung, Bupati Kritik Pelayanan PLN

MyPassion
Sri Wahyumi Manalip

MELONGUANE—Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) mengkritik pelayanan PT PLN Persero area Talaud, yang dinilai kurang maksimal mengatasi masalah kelistrikan di wilayah kepulauan. Menurut SWM, PLN kurang serius menangani masalah listrik yang hingga kini tak kunjung mendapat jalan keluar.

Pasalnya hingga saat ini, masyarakat Talaud masih menikmati pemadaman bergilir yang tak berujung. "Belum lama stabil, sekarang sudah mulai lagi pemadaman bergilir. Seharusnya bisa diantisipasi. Kalau mesin sudah tua, ya diganti baru. Minimal bukan mesin yang sering rusak begini. Warga seperti diteror masalah listrik. Pemadaman terjadi dimana-mana. Saya minta PLN tolong serius. Sampai kapan pemadaman bergilir ini berlangsung? Kalau memang ada masalah di mesin pembangkit listrik, tolong cepat carikan solusinya," ujarnya.

Pihak PLN, kata SWM, terlihat pasrah dan tak mau tahu soal kerugian yang dirasakan warga akibat pemadaman listrik. "Seharusnya PLN lebih maksimal dalam memberikan pelayanan. Mesin rusak harus cepat diperbaiki. Kalau belum juga bisa berfungsi, mungkin bisa diganti ataupun dapat bantuan mesin di area lainnya. Apa saya yang harus turun sendiri mengganti mesin tersebut? Masyarakat resah. Banyak peralatan elektronik yang rusak. Aktivitas pekerjaan terganggu. Ibadah malam sering tak ada listrik," katanya.

Diketahui, dua unit mesin sewa di PT PLN (Persero) Rayon Beo sebagai pengatur sistem di Pulau Karakelang mengalami kerusakan. Juga empat mesin di PLN Rayon Melonguane rusak. Talaud kembali krisis listrik. Manager PLN Rayon Beo Mohammad Rizaldi membenarkan adanya kerusakan mesin di PLN Rayon Beo. “Pemadaman bergilir akan diperpanjang akibat rusaknya dua mesin di PLN Rayon Beo, sistem Karakelang (Pulau Karakelang) keseluruhan defisit listrik 750 sampai 800 Kw. Mohon maaf dan kami minta pengertian pelanggan," ucapnya.(***)

Kirim Komentar