15 Sep 2017 09:42
Sudah Ditelpon Menteri Luar Negeri

Jadi Dubes Filipina, SHS: Thanks to President

MyPassion
SH Sarundajang

MANADO—Presiden Jokowi kabarnya menunjuk Dr SH Sarundajang (SHS) menjadi duta besar (dubes) Indonesia untuk Filipina. Informasi yang didapat koran ini, mantan gubernur Sulut itu akan menggantikan Johny Lumintang, dubes Filipina saat ini yang diangkat sejak zaman SBY.

 

SHS ketika dikonfirmasi, membenarkan kabar tersebut. “Benar. Tadi sore sekira jam 6 ditelpon Ibu Retno bahwa saya ditugaskan jadi dubes di Manila,” ujarnya kepada Manado Post, kemarin sore.

Lanjut SHS, penugasan negara ini akan dijalanakan dengan sebaik-baiknya. “Thanks to president. Kebetulan saya baru saja melepas gubernur dua tahun lalu. Ini tentunya penghargaan besar. Dan saya berikan juga penghargaan ini untuk masyarakat Sulawesi Utara,” katanya. 

Tambah mantan peserta konvensi calon presiden ini, sebelumnya negara juga sudah banyak memberikan penghargaan kepada putera terbaik Sulut. Seperti James Harry Kandou menjadi dubes di Serbia dan Montenegro, Djauhari Oratmangun dubes untuk Rusia, Johny Lumintang dubes untuk Filipina. “Sebelumnya ada juga Bali Moniaga dubes untuk Brazil dan Agus Parenkuan dubes untuk Roma,” ujarnya.

Terkait penujukan SHS sebagai dubes untuk Filipina ini, mendapat dukungan dari banyak pihak. Salah satunya pakar Hukum Internasional, Dr Cornelius Massie MH.

Menurutnya, dengan diangkatnya SHS menjadi dubes Filipina akan memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia. “Khususnya yang berada dalam wilayah perbatasan. Karena saat ini isu daerah perbatasan sangat menggangu keamanan negara. Saya pikir ini yang menjadi alasan Jokowi memilih SHS jadi dubes untuk Filipina,” katanya.

Lanjut Massie, pengetahuan SHS sangat matang dalam hal pemerintahan dan pertahanan. Karena SHS adalah mantan Irjen Kementrian Dalam Negeri. “Saya rasa SHS sangat cocok jadi dubes untuk Filipina,” jelasnya.

Dr Natalia Lengkong, pakar Hukum Internasional Unsrat yang lain mengatakan, salah satu keuntungan lain SHS ditunjuk sebagai dubes unsur kedekatan psikologi. “Karena SHS dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte sejak dulu sudah membangun hubungan baik. Mereka berteman. Jadi sangat cocok, karena dalam pemerintahan hubungan emosional itu perlu,” ungkapnya.

Lanjutnya, dia yakin dengan kehadiran SHS, hubungan Indonesia dan Filipinan akan semakin baik. Apalagi dalam kaitan dengan menumpas ISIS. “Duet Duterte dan SHS ini bisa menumpas ISIS di Mindanao,” katanya.                       

Seperti diketahui, SHS sebelumnya sukses menaklukkan Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Talib dan Muhammad Atamimi saat konflik horisontal di Maluku Utara dan Maluku pada 2002 hingga 2003. SHS kala itu menjabat Inspektur Jenderal Depertemen Dalam Negeri RI sekaligus ditugaskan Presiden Megawati Soekarnoputri menjadi Penjabat Gubernur dan Penguasa Darurat Sipil di kedua daerah. Sedangkan Ustaz Djaffar kala itu adalah panglima Laskar Jihad Indonesia. (ayurahmi/can)

Komentar
Kirim Komentar