14 Sep 2017 12:35
Kepsek: Sekolah Tak Miliki Biaya

What!! Ekstrakurikuler SMA Binsus Tomohon Dibiayai Patungan Siswa

MyPassion
Arnold Posumah

TOMOHON— Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) lewat kegiatan ekstrakurikuler, kurang ditunjang SMA Kristen 2 Binsus Tomohon. Semangat Perpres 87/2017 tentang PPK, terkesan  dihadang SMA kategori binaan khusus (Binsus) ini. Terbukti, dengan kalah WO di lomba Basket DBL, memicu kekecewaan pemain dan tim dance.

“Harusnya sebagai sekolah binaan khusus, lebih kreatif untuk perbanyak kegiatan ekstrakurikuler. Termasuk solusi pembiayaannya dan tidak tergantung dana BOS,” sesal sejumlah orangtua murid. “Kami sudah capek latihan, tapi dibatalkan sepihak,” tambah sejumlah pemain basket yang kecewa berat.

Ketua DPRD Tomohon Ir Miky Wenur mengatakan ekstrakurikuler harus lebih dioptimalkan. Pasalnya, masih ada yang kurang memberi perhatian hal tersebut. Hal ini menurutnya, berkaitan erat penerapan Full Day School (FDS). Lima hari sekolah dan satu hari ekstrakurikuler. Hanya saja, pihak sekolah dan orang tua harus terus diingatkan terkait hal ini.

“Bahkan, banyak yang menganggap Hari Sabtu itu adalah hari libur. Padahal itu adalah hari belajar siswa dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler,” tegasnya.

Sementara itu, menurut Kepala SMA Kristen 2 Arnold Posumah, pembiayaan kegiatan ekstrakurikuler peserta didik, masih belum dalam prioritas sekolah.

“Kalau pendaftaran kegiatan kami boleh bantu. Masalahnya, dana BOS diprioritaskan untuk hal-hal lain,” kata Posumah, Selasa (12/9), lalu. 

Sehingga, katanya, beberapa kegiatan ekstrakurikuler peserta didik, masih belum bisa diberikan bantuan sepenuhnya. “Kemampuan sekolah hanya seperti itu. Taruhlah biaya pendaftaran dan uang ATM (Alat Tulis Menulis, red) kami biayai. Tapi, kalau sudah kegiatan setiap hari, atau biaya lainnya? Sekolah ada prioritas anggaran,” keluhnya.

Kemampuan sekolah, ungkapnya, hanya seperti itu. Beberapa contoh kegiatan kompetisi siswa, beber Posumah, dibiayai patungan siswa sendiri. “Sama halnya kegiatan Futsal. Saya mengatakan sekolah tidak memiliki biaya. Kalau pendaftaran bisa ditopang. Mereka mengatakan, ‘sudah pak nanti kami (siswa, red) akan biayai. Nanti kami (siswa) akan patungan’. Begitu,” kelitnya. (ctr-25/vip)

Kirim Komentar