14 Sep 2017 12:48
Dua Pintu Masuk Dipungut Biaya Jadi Masalah

Retribusi Pelabuhan Dikeluhkan Warga

MyPassion
Ilustrasi

TAHUNA—Para sopir angkutan kota (angkot) dan masyarakat mengeluhkan penagihan retribusi yang dilakukan pihak Pelabuhan Tuhuna.  “Di Kota Manado saja hanya ada satu pintu masuk yang kami bayar, tapi di daerah kita sendiri pintu masuk sampai dua dan semuanya dipungut biaya,” keluh Elvira warga Kecamatan Tahuna.

Lain juga diungkap Sopir Angkot Nofri. Menurut Nofri, angkot masuk ke area pelabuhan hanya untuk mengantar satu orang penumpang harus bayar Rp 4.500. Hal ini membuat rugi sopir Angkot, sebab bayaran angkot saja hanya 4 ribu per orang.”Kami minta retribusi yang ditarik pihak pelabuhan harus melihat kondisi. Kalau sopir angkot janganlah ditagih. Kecuali mobil pribadi,” harap mereka. 


Terpisah, Pelaksana Harian (Plh) Kantor Unit Penyelanggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna Daniel Mahalueng menjelaskan, pemberlakukan retribusi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2015 tentang
jenis dan tarif atas PNBP yang berlaku di Kementerian Perhubungan.
"Retribusi yang dipungut sesuai PP 11/2015, tentang jenis dan tarif atas PNBP yang berlaku di Kementerian Perhubungan. Di mana Rp 4.500 untuk mikrolet atau sejenisnya, untuk motor Rp 3.500. Sedangkan pengunjung atau yang mengantar Rp 2.500. Itu sudah diatur dalam aturan pemerintah sehingga yang dijalankan itu sesuai PP," jelas Mahalueng.

 
Ditambahkannya, meski demikian petugas penagih retribusi di pelabuhan Tahuna sering memberikan kebijakan untuk meringankan beban penumpang maupun pengunjung Pelabuhan Tahuna.“Kita di sini juga tetap ada kebijakan sekalipun sudah ada aturan. Seperti ada yang masuk tanpa bayar atau pun ada yang bayar hanya sebagian tidak sesuai biaya retribusi dan petugas tetap menerimanya,” jelasnya.

Dia mengimbau, agar sopir angkot tidak sepenuhnya membebankan retribusi kendaraan roda empat kepada penumpang ketika masuk area pelabuhan Tahuna.

“Karena sering terjadi ada penumpang ketika masuk di area Pelabuhan Tahuna dibebankan biaya oleh sopir. Untuk itu kami mengimbau kepada sopir angkot untuk tidak sepenuhnya membebankan biaya masuk pelabuhan kepada penumpang,” tegasnya. (ctr-17/ite)

Kirim Komentar