14 Sep 2017 12:58
Hanya 200 Yang Aktif

Ratusan Koperasi Mubazir

MyPassion

MINAHASA - Koperasi usaha harusnya diberdayakan masyarakat. Karena, koperasi merupakan salah satu program untuk mensejahterakan masyarakat. Namun hal ini tak dipergunakan dengan baik. Bahkan, tercatat dari sekira 1.030 koperasi yang berdiri di wilayah Kabupaten Minahasa, hanya 200 yang aktif.

Hal ini diucapkan Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Minahasa Joudy Kapojos, kemarin (13/9). "Di Minahasa sendiri, dari sekira 1.030 koperasi yang terdata, hanya 200 yang masih terpantau aktif. Jadi hanya sekira 20 persen dari total jumlah koperasi yang aktif," aku Kapojos.

Penyebabnya, lanjutnya, salah satunya yaitu rumitnya proses pembubaran jadi salah satu kendala. "Hal mendasar yang juga kerap menghalangi pembubaran koperasi dikarenakan masih terkait hutang koperasi dengan tunggakan. Kemudian, kurangnya modal, kredit macet turut menambah kompleksitas masalah," katanya

Dibeberkan Kapojos, umumnya yang bermasalah tersangkut masalah utang. "Kemarin kan ada Kredit Usaha Tani (KUT). Di sisi lain kemampuan manajemen internal masih perlu diperbaiki. Seperti analisa memberikan kredit yang kurang baik. Sehingga modal koperasi tak berputar seperti yang diharapkan. Justru menjadi kredit macet," urainya.

Ia melanjutkan, upaya peningkatan guna menekan angka permasalahan koperasi di Minahasa bukan berarti tak dilakukan. "Bahkan pengusulan penambahan modal hingga ke kementerian terus didorong," ungkapnya. "Dalam Raker di Jakarta selalu kita suarakan. Untuk diberikan fasilitas tambahan modal lagi. Dengan catatan, perbaikan manajemen koperasi juga dilakukan. Sehingga dana yang diberikan tidak mubazir," sebutnua.

Selain itu, Kapojos mengatakan, mindset masyarakat juga perlu diubah. "Tidak benar alasannya bila membentuk koperasi hanya sekedar mengejar bantuan, sama sekali salah itu," tegasnya.

Olehnya, dirinya berharap bagi koperasi yang ada saat ini untuk terus menjalankan usahanya sesuai dengan aturan yang berlaku. "Rutin gelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai dasar aktifnya satu koperasi. Dan tak henti-hentinya diimbau bagi pengurus, bantuan Kementerian itu sifatnya utang, bukan bantuan yang tidak perlu dikembalikan," tegas Kapojos. "Banyak kasus jadi contoh, terjerat dengan hukum dan akhirnya dipenjara. Negara sudah memberikan bantuan, layaknya dipergunakan sebaik-baiknya," tutup Kapojos. (tr-03/fgn)

Komentar
Kirim Komentar