14 Sep 2017 11:49

Dorong Perluasan Perdagangan Lintas Negara

MyPassion
REKOMENDASI: Peneliti dari LIPI menemui jajaran Pemprov Sulut dan membahas mengenai kawasan perbatasan.

MANADO—Perdagangan lintas negara menjadi perhatian penting Pemprov Sulut. Apalagi berdasarkan masukan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ternyata dibutuhkan peningkatan kuota perdagangan di daerah perbatasan. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara LIPI dengan jajaran Pemprov Sulut yang dipimpin Sekprov Edwin Silangen, kemarin.

Tim LIPI yang beranggotakan Sandy Nur Ikfal Raharjo MSi, Drs Bayu Setiawan MA, Muhammad Fakhry Ghafur Mag, serta Esty Ekawati MIP,  menyodorkan policy paper berisikan  rekomendasi serta usulan peningkatan kuota perdagangan di daerah perbatasan. Dalam rekomendasi tersebut juga disebutkan terkait perluasan komoditas yang diperdagangkan. Bukan hanya terbatas pertanian, namun perikanan, bahkan hingga sektor industri.

Hal tersebut juga menjadi bentuk dukungan ketahanan sosial pada masyarakat pulau kecil terluar, yang di dalamnya ada Miangas dan Marore.

Dijelaskan Silangen menjelaskan, usulan dan rekomendasi dari LIPI ini sebenarnya sudah dikomunikasikan dengan pemerintah pusat. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang lebih detail mengenai perdagangan di daerah perbatasan. “Sementara Filipina sangat membutuhkan ketersediaan SDA di Indonesia. Terlebih di areal perbatasan seperti Sulawesi Utara,” papar Silangen.

Terkait pembaharuan perjanjian kerja sama lintas batas, dikatakan Silangen harus dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Dia memaparkan, Border Crossing Agreement yang dibuat pada 1956 dan Border Trade Agreement 1974 dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. “Misalnya, dalam Border Trade Agreement kuota perdagangan lintas batas yang dibebaskan dari pajak dan cukai sebesar 150 USD, atau 250 USD yang ditetapkan secara sepihak Pemerintah Indonesia melalui Permenkeu No 188/2010,” tukasnya.

Silangen menambahkan, itu supaya diubah menjadi 360-400 USD, agar melihat dengan kondisi saat ini, masyarakat mendapatkan keuntungan yang layak dengan meningkatkan jumlah atau nilai barang yang diperdagangkan sesuai perhitungan kasar LIPI bagi masyarakat di perbatasan.

“Kemudian menambah komoditas yang dijual di perbatasan  yang selama ini terbatas pada pertanian, sekarang perikanan dan lanjut ke perindustrian. Ini tentunya akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap perekonomian di daerah perbatasan. Ini harus kita cermati sebagai peluang dan harus dimanfaatkan sebaik baiknya," urai Silangen.

Silangen berharap dengan adanya kunjungan dari LIPI akan dapat mendorong pemerintah pusat mempercepat tindak lanjut dari kerjasama antar batas kedua negara, Indonesia dan Filipina untuk kemajuan perekonomian Indonesia, utamanya Sulawesi Utara.(gel)

Komentar
  • MyPassion

    Ibu. Lilis
    14 Sep 2017 21:21

    Asslamualaikum. Saya Ibu.Lilis saya hanya sebagai perantara untuk menyampaikan tentang dana ghaib diperoleh melalui media doa-doa dzikir khusus bersama anak-anak yatim/piatu dan muda/mudi pesantren sehingga jauh dari hal-hal klenik/mistik yang tentunya dilarang oleh Agama. PROGRAM PENARIKAN DANA GHOIB 1/2 HARI CAIR Tingkat 3 = Untuk Hasil 500 Juta, Mahar Ikhlas Rp.1,500,000 Tingkat 2 = Untuk Hasil 1 Milyar, Mahar Ikhlas Rp.2,700,000 Tingkat 1 = Untuk Hasil 2 Milyar, Mahar Ikhlas Rp.4,500,000 Tingkat Keramat ( Khodam Jin Kaya Raya ) =Rp.5,700,000 insyallah akan sukses jika anda mau mengambil keputusan untuk mengikuti program ini. ingat bahwa kita yang menjalakan tapi allah yang akan menentukan hasilnya. JIKA TEMAN TEMAN BERMINAT, YAKIN DAN PERCAYA INSYA ALLAH AKAN BERHASIL, SAYA SENDIRI SUDAH BUKTIKAN ALHAMDULILLAH BERHASIL. JIKA ANDA BERMINAT SILAHKAN HUBUNGI (AKI WALI SENTONO) DI 0823-9369-4699 Terima Kasih INFO Lebih Jelas>>=> http://pesugihandanagaibsuci.logdown.com
Kirim Komentar