12 Sep 2017 09:48
Januari-Juli Tembus 88 Juta USD

Turis Tiongkok Pengaruhi Nilai Ekspor

MyPassion

MANADO – Nilai ekspor Sulut ternyata dipengaruhi kunjungan turis Tiongkok. Pasalnya, proses transaksi jual-beli pedagang lokal dengan turis luar negeri ternyata masuk dalam kegiatan ekspor. Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan BI Perwakilan Sulut Soekowardojo.

 Ia menjelaskan, semua proses transaksi jual-beli yang dilakukan pedagang lokal harusnya akan mempengaruhi nilai ekspor. “Jadi jika ada penjual souvenir ataupun warung makan yang produk atau jasanya dibeli turis mancanegara, maka itu akan masuk ekspor,” sebut Seokowardojo.

Dikatakannya, proses jual beli ini didata Badan Pusat Statistik (BPS) untuk masuk transaksi ekspor. “Transaksi jual beli maupun transaksi jasa warga lokal dan turis itu masuk ekspor,” kata Soekowardojo. Ia pun mengatakan, Pemprov Sulut sudah melakukan kesepakatan dengan pihak travel terkait aktivitas jual beli dengan warga lokal. “Setahu saya, ada kesepakatan bersama pihak travel.

Dimana, dalam paket kunjungan ke Sulut, travel akan menjadwalkan satu atau dua hari dimana para turis makan di luar paket hotel. Karena biasanya untuk paket sudah bayar lebih dulu,” ujarnya. “Jadi, transaksi bersama warga lokal akan berlangsung, dan disitulah proses ekspor terjadi,” tukas Soekowardojo.

Sementara, terkait data ekspor Sulut dari BPS, dari lima negara terbesar, Tiongkok menempati urutan kedua negara tujuan dengan total ekspor Januari hingga Juli 2017 bernilai USD 88,17 juta. “Negara tujuan ekspor non migas terbesar Sulawesi Utara bulan Juli 2017 adalah Amerika Serikat dengan nilai USD 24,40 juta atau 28,91 persen dari total nilai ekspor, disusul Tiongkok dengan nilai USD 16,74 juta atau 19,83 persen dari total ekspor,” ucap Kepala BPS Sulut Mohamad Edy Machmud. “Secara kumulatif dari bulan Januari hingga Juli 2017, negara tujuan ekspor terbesar adalah Amerika Serikat,” sebutnya. (fgn)

Kirim Komentar