12 Sep 2017 11:32

Nainggolan Sebut Orang Manado Belum Siap Bersaing

MyPassion

MANADO—Pertumbuhan ekonomi Kota Manado meningkat signifikan. Tetapi ironisnya tidak bisa menekan angka pengangguran. Dari data Dinas Tenaga Kerja (Naker) Kota Manado angkatan kerja dalam setahun meningkat 12.820. Yang terserap lapangan kerja hanya sekira 2.142 orang. Sisanya 10.229 tidak bekerja atau menjadi pengangguran.

Kepala Dinas Naker Kota Manado Marrus Nainggolan SH mengungkapkan, setiap tahun memang angkatan kerja meningkat. Karena banyak lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT) dan tidak bekerja. Kemudian setiap tahun, universitas mencetak banyak sarjana. Tetapi, yang bekerja sedikit.

“Memang pertumbuhan ekonomi meningkat pesat, banyak perusahaan yang telah membuka usahanya. Tetapi kembali lagi persaingan untuk bekerja di Kota Manado sangat ketat. Karena banyak juga dari luar Provinsi Sulut yang mencari kerja di Manado,” beber Nainggolan.

Menurutnya, untuk menekan angka pengangguran Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Naker beberapa waktu lalu, telah membuka lowongan kerja melalui job fair mulai dari lulusan SMA sampai sarjana. Untuk mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja.

“Banyak yang mendaftar. Tetapi sedikit yang diterima. Sebab kembali lagi soal kemampuan. Karena tenaga kerja lokal (Orang Manado, red) itu, ada yang belum siap bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah yang memiliki kemampuan lebih,” urainya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Naker Moody Monareh menuturkan, sebenarnya di Kota Manado banyak lowongan pekerjaan. Tetapi pencari kerja lokal banyak pemilih pekerjaan dan gengsinya tinggi. “Mereka ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sementara penerimaan PNS masih moratorium dari pusat,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, pencari kerja tidak usaha berharap menjadi PNS. Lihat saja peluang bisnis yang ada di sekitar dan berpikir menjadi wirausaha. “Dinas Naker juga berencana membuat pelatihan khusus warga Kota Manado yang tidak bekerja.  Pelatihan tata boga, menjahit dan pramusaji, agar setelah pelatihan mereka bisa membuka usaha sendiri,” kuncinya. (ite/har)

Kirim Komentar