09 Sep 2017 11:54
Wisata Menjanjikan, Sayang tak Ditujang Infrastruktur

Menyusuri Tanjung Lirang dan Hutan Bakau di Ujung Utara Lembeh

MyPassion

Perjalanan melelahkan melewati jalur laut dan darat menuju pantai paling utara di Pulau Lembeh. Namun perjalanan menantang itu terbayarkan dengan keindahan laut dan hutan bakaunya.

 

Laporan: Chintya Rantung

UJUNG utara Pulau Lembeh menyimpan pesona pantai dan hutan bakau. Untuk menuju ke tempat itu, awalnya harus lewat laut dari Pelabuhan Pateten hingga ke Pelabuhan Papusungan. Sekira 15 menit waktu yang dibutuhkan menggunakan perahu untuk ke Pelabuhan Papusungan. Setibanya di Papusungan, harus dilanjutkan dengan mobil pick up ke Kecamatan Lembeh Utara. Pemandangan laut sudah bisa mulai dinikmati.

Selama 30 menit mobil pickup akan membawa menyusuri setiap kelurahan hingga menuju pantai paling ujung utara Pulau Lembeh. Dengan medan yang bergelombang, terasa masih menaiki perahu yang diterpa ombak.

Beberapa objek wisata bisa dikunjungi lebih dulu sebelum sampai ke pantai paling utara itu.

Sepanjang jalan pemandangan pohon kelapa yang rimbun berjejer juga bisa dinikmati.

Tibalah di ujung utara Pulau lembah, Kelurahan Lirang. Untuk masuk di pantai Lirang jejeran rumah warga akan dilewati telebih dahulu. Menggunakan roda dua ataupun dengan jalan kaki tak jadi masalah.

Di sana akan ditemui bukit yang dibangun monumen salib. Itu adalah hasil karya anak-anak muda Kelurahan Lirang.

Menengok ke arah utara ada hutan bakau. Dengan melewati track dengan panjang 100 meter, keindahan laut tenang bisa dinikmati. Di pinggiran track pun ada karang warna-warni memanjakan mata. Lokasi ini bisa menjadi tempat snorkling bagi pecinta laut.

Jika ingin santai bisa juga menggunakan perahu menuju hamparan pasir putih yang tidak jauh dari hutan bakau.

Sayangnya pesona wisata di Kelurahan Lirang ini belum ditunjang akses jalan yang baik. Jalannya kecil dan banyak kerusakan belum diperbaiki. “Inilah kondisi Lirang," ungkap Hard Lime, Kepala Lingkungan 1, Kelurahan Lirang, Kecamatan Lembeh Utara.

Lanjut Lime, tanjung ini berada di antara Pulau Kura-kura dan Pulau Samurung. Sudah ada beberapa turis yang datang ke situ. “Tarif pun sudah diberlakukan setiap pengunjung dikenakan biaya Rp 2.500 untuk sekali masuk," tambahnya.

Namun belum sepenuhnya diperbaiki infrastruktur terutama jalan akses untuk masuk.

Nime Bitako, Kepala RT 2, Kelurahan Lirang menambahkan, dari pihak pemerintah baik dari kota maupun pusat sudah beberapa kali berkunjung meninjau lokasi wisata. "Tapi realisasi untuk perbaikan jalan ke tempat wisata ini belum ada," katanya. (ctr-12/can)

Kirim Komentar