09 Sep 2017 10:38

Catatan Kasus Meningkat, Perempuan Sulut Target Trafficking

MyPassion

MANADO—Kasus trafficking atau perdagangan orang, berdasarkan data yang dihimpun dari Polda Sulut selang tiga tahun terakhir, menunjukkan grafik peningkatan. Di mana, sejak tahun 2013 Nyiur Melambai mengoleksi 14 kasus. Masuk 2014 turun 12 kasus. Hingga akhir tahun 2016, kembali naik menjadi 23 kasus.

 

“Kebanyakan para korban (perempuan, red) dikirim ke Ternate dan Papua,” ungkap Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo, ketika dikonfirmasi harian ini.

Dari daerah mana saja para korban trafficking berasal? “Hampir semua daerah yang ada di Sulut pernah ada korbannya,” tuturnya tanpa menjelaskan secara rinci. Ia pun tak menampik, jika di daerah paling utara Pulau Sulawesi ini, kasus perdagangan manusia meningkat berdasarkan data Mapolda. “Awalnya belum disebut trafficking, sebab banyak laporan diawali dengan hilangnya anggota keluarga. Kemudian setelah ditelusuri petugas, ternyata menjadi korban trafficking,” urainya lagi.

Lebih lanjut, mantan Wadirreskrimsus Polda Provinsi Maluku Utara (Malut) menuturkan, saat ini banyak kasus trafficking yang awalnya dipengaruhi orang-orang dekat. “Seperti pengaruh teman-teman dekat. Awalnya mereka saling bercerita tentang kesenangan bekerja di suatu tempat. Kemudian setelah terpengaruh, para korban dikoordinir dan dieksploitasi. Kemudian baru terjadi kasus trafficking,” bebernya.

Dia pun menegaskan jika Polda Sulut terus berupaya menekan kasus tersebut di tahun ini, 2017. Misalnya, pihaknya bersama jajaran akan terus melakukan sosialisasi Undang-undang Trafficking dan imbauan-imbauan kepada seluruh elemen masyarakat. “Seperti himbauan melalui Babimkamtibmas, Linmas, dan Polmas. Memang peran penting masyarakat untuk mencegah kasus-kasus trafficking itu sangat penting,” ujarnya. “Upaya lainnya, berupa penempatan Polwan di Polres untuk meningkatkan peran Renata (remaja, anak, wanita) di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Pengamat Hukum Harly Rumagit SH MH menyebutkan, kasus trafficking ini adalah salah satu masalah yang harus diseriusi. “Kebanyakan kasus trafficking didasari kurangnya sosialisasi dan juga pengaruh keuangan. Masalah trafficking adalah masalah yang harus ditindak tegas,” tutur akademisi Universitas Negeri Manado tersebut.

Rumagit pun menyarankan, untuk menekan trafficking, pemerintah bersama pihak-pihak penegak hukum harus berupaya menindak tegas oknum-oknum yang terlibat. “Saya harap pemerintah bersama aparat penegak hukum bersinergi untuk menindak tegas pelaku kasus trafficking. Begitu juga di bidang kerohanian agar supaya menumbuhkan iman masyarakat, supaya masyarakat lebih cerdas dalam melangkah dan mengambil keputusan,” kuncinya.(***)

Komentar
  • MyPassion

    Ibu. Lilis
    11 Sep 2017 08:59

    Asslamualaikum. Saya Ibu.Lilis saya hanya sebagai perantara untuk menyampaikan tentang dana ghaib diperoleh melalui media doa-doa dzikir khusus bersama anak-anak yatim/piatu dan muda/mudi pesantren sehingga jauh dari hal-hal klenik/mistik yang tentunya dilarang oleh Agama. PROGRAM PENARIKAN DANA GHOIB 1/2 HARI CAIR Tingkat 3 = Untuk Hasil 500 Juta, Mahar Ikhlas Rp.1,500,000 Tingkat 2 = Untuk Hasil 1 Milyar, Mahar Ikhlas Rp.2,700,000 Tingkat 1 = Untuk Hasil 2 Milyar, Mahar Ikhlas Rp.4,500,000 Tingkat Keramat ( Khodam Jin Kaya Raya ) =Rp.5,700,000 insyallah akan sukses jika anda mau mengambil keputusan untuk mengikuti program ini. ingat bahwa kita yang menjalakan tapi allah yang akan menentukan hasilnya. JIKA TEMAN TEMAN BERMINAT, YAKIN DAN PERCAYA INSYA ALLAH AKAN BERHASIL, SAYA SENDIRI SUDAH BUKTIKAN ALHAMDULILLAH BERHASIL. JIKA ANDA BERMINAT SILAHKAN HUBUNGI (AKI WALI SENTONO) DI 0823-9369-4699 Terima Kasih INFO Lebih Jelas>>=> KLIK PESUGIHAN DANA GAIB
Kirim Komentar