09 Sep 2017 09:15

Awas!! Ada 39 Jenis Kosmetik Berbahaya

MyPassion
Ilustrasi

 

MANADO—Bisnis produk kecantikan semakin menjamur. Khusus di Manado, banyak klinik kecantikan menyediakan berbagai perawatan lengkap dengan produk kecantikan andalan mereka.

Tapi anda harus waspada. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) belum lama ini merilis temuan 39 jenis kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, didominasi produk kosmetik dekoratif dan produk perawatan kulit.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito memerinci, bahan berbahaya yang terkandung dalam temuan, yaitu merkuri, hidrokinon, asam retinoat, serta bahan pewarna merak K3, merah K10 dan sudan IV.

“Selain itu, ditemukan bahan kimia yang seharusnya tidak boleh terdapat dalam kosmetik seperti klindamisin dan teofilin," katanya.

Penny menjabarkan, biasanya bahan merkuri disalahgunakan pada produk pemutih atau pencerah kulit. Merkuri bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan teratogenik (mengakibatkan cacat pada janin).

Kemudian, asam retinoat biasanya digunakan untuk produk pengelupasan kulit kimiawi atau peeling. Bahan ini bersifat teratogenik. Kemudian untuk hidrokinon, biasanya disalahgunakan pada produk pemutih atau pencerah kulit.

Selain dapat menyebabkan iritasi kulit, bahan ini dapat menimbulkan ochronisis (kulit berwarna kehitaman). Reaksi tersebut biasanya mulai terlihat setelah enam bulan penggunaan.

Sementara bahan pewarna merah K3 dan merah K10 banyak disalahgunakan pada lipstik atau produk dekoratif lain. Seperti pemulas kelopak mata dan perona pipi. “Kedua zat tersebut bersifat karsinogenik," katanya.

Penny mengatakan, BPOM menemukan kosmetik tersebut seperti dari sarana industri, importir, dan badan usaha yang melakukan kontrak produksi. Termasuk juga sarana distribusi, termasuk klinik kecantikan. Dia mengatakan, produk kosmetik berbahaya juga dijaring melalui pemasaran secara online. Seperti instagram, situs online, dan jejaring sosial.

Sementara itu, Kabid Pengujian Terapetik Obat Tradisional, Kosmetik, dan Suplemen Kesehatan Balai Besar POM Manado Drs Jhonny Dera Apt mengatakan, kosmetik dan produk kecantikan harus terdaftar resmi di BPOM. “Kosmetik illegal yang tidak terdaftar di BPOM biasanya mengandung bahan-bahan berbahaya yang mengganggu kesehatan dan memicu kanker kulit,” sebutnya Kamis (7/9) lalu.

Dia menuturkan, operasi BPOM juga banyak dilakukan. Ada di toko-toko maupun kaki lima. Pihaknya juga menaruh perhatian kepada obat maupun kosmetik yang ditransaksikan secara online. “Harus hati-hati karena pada umumnya diragukan keamanannya,” jelas Jhonny.

Terkini, BPOM Surabaya menyita 15.167 kosmetik. Ribuan kosmetik itu terdiri dari 149 produk.

Kasi Penyidikan BB POM Surabaya Siti Amanah mengungkapkan, petugas menemukan beberapa jenis produk kosmetik mengandung bahan kimia jenis merkuri. Setelah diperiksa, beberapa produk tertulis diproduksi di Filipina dan Tiongkok.

Selain itu, ada pula produk kosmetik baby face, yang membuat kulit wajah tampak seperti kulit bayi. Padahal, dalam produk itu positif mengandung bahan kimia jenis hydroquinone.

Bahan kimia hydroquinoe ini memiliki dampak saat kulit terkeca paparan sinar matahari. “Memang, efeknya bisa membuat warna kulit menjadi putih. Akan tetapi, jika jenis baby face itu sangat rentan akan sinar matahari. Karena kulit aslinya dibuat terkelupas dengan produk itu, yang keluar adalah kulit bayi yang berwarna kemerahan,” tambahnya.(tim mp/har)

Kirim Komentar