08 Sep 2017 13:10
Sabtu, Kegiatan Olahraga dan Ekstrakurikuler

Tomohon Pilih Lima Hari Sekolah

MyPassion

TOMOHON—Kini sekolah-sekolah diberi kebebasan menerapkan Full Day School atau tidak. Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden (perpres) 87/2017 tentang penguatan pendidikan karakter yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, Rabu (6/9).

Dalam pasal 9 perpres tersebut, sekolah bisa memilih lima hari atau enam hari sekolah dalam seminggu.
Menanggapinya, Kadis Pendidikan Tomohon Dr Dolvin Karwur mengungkapkan, akan mempelajari dulu aturan baru tersebut. Selanjutnya, akan dikaji dan disesuaikan dengan daerah. “Edaran belum ada, tapi, jika sudah ada, akan dibaca dan dipelajari dulu. Kemudian akan diadakan pengkajian untuk menyesuaikan tatanan daerah,” jelas Karwur, Kamis (7/9), kemarin.

Dia menambahkan, kajian pertimbangan penyesuaian dengan daerah penting. Sebab, semua sekolah di Tomohon sudah menerapkan lima hari sekolah. Kalau sekolah bisa memilih lima atau enam hari sekolah, katanya, tentunya akan dilihat berdasarkan kajian dan ketentuannya.

“Kalau berdasarkan ketentuan boleh memilih lima atau enam (hari sekolah, red) berarti kita akan memilih yang sudah ada. Kalau dibilang wajib enam hari, yah, kembali keenam,” tandasnya. Sementara itu, menurut Ketua DPRD Miky Wenur, implementasi full day scholl harus lebih dimantapkan. "Jadi kalau memang seperti itu, full day school benar-benar harus diimplementasikan sesuai dengan yang menjadi program,” katanya.

Full day school, mindsetnya lima hari sekolah, satu hari ekstrakurikuler. Wenur menilai, pemanfaatan ekstrakurikuler di Sabtu perlu ada sosialisasi lanjut. Sebab, masih ada yang menganggap Sabtu itu libur. “Mestinya bukan libur. Jadi hari Sabtu itu kegiatan berolahraga, bermain, dan kegiatan ekstra lainnya, bukannya libur. Bukan hanya anak, orang tua juga masih banyak yang menganggap seperti itu. Jadi, memang perlu dicermati lanjut,” kuncinya. (ctr-25/vip)

Kirim Komentar