08 Sep 2017 12:09
Kunci Kebahagiaan Keluarga

Suami-Istri Harus Saling Mengasihi

MyPassion
Ilustrasi

MANADO – Keluarga yang berbahagia tidaklah dilihat dari kesempurnaan pribadi dari pasangan. Hal ini disampaikan Gembala Senior GBI Glow Fellowship Centre Pdt Gilbert Lumoindong, saat menggelar seminar bertajuk keluarga, di Graha Glow Bahu Manado, baru-baru ini.

 

Dalam kesempatan itu, Pdt Gilbert menekankan agar suami dan istri harus saling memberi pengertian. "Saling menerima antar pasangan merupakan salah satu yang terpenting dalam keluarga. Karena keluarga adalah segala-galanya," ujarnya.

Dia menyampaikan, salah satu penyebab tidak harmonisnya dalam rumah tangga adalah saat memaksakan keinginan pada pasangan. Dalam Kitab Filipi 4:12-13 dan Efesus 5:33, mengajarkan untuk terjadinya keharmonisan dalam rumah tangga, mengasihi dan menghormati satu sama lain adalah prinsip dasar menuju kepada kebahagiaan. “Salah satu masalah terbesar di dalam hubungan keluarga adalah besarnya tuntutan terhadap pasangan. Sementara keberanian untuk menerima apa adanya akan membawa kebahagiaan dan penghargaan," tutur Lumoindong.

Pdt Gilber juga mengungkapkan, dengan adanya sikap menuntut yang berlebihan kepada pasangan, akan membawa kita pada keterpurukan. Tuntutan tersebut, tentunya memiliki dampak negatif dan terpengaruh dari idealisme pernikahan yang salah, merasa keluarganya kurang bahagia. “Karena merasa pasangan belum seperti yang diharapkan, serta memiliki pikiran jika pasangan tidak dapat melakukan seperti yang diharapkan,” tukasnya.

Lanjut,  ciri-ciri orang dewasa dalam keluarga adalah tidak menuntut dan mengeluh. Namun, membawa damai serta solusi, bertanggung jawab dan menghadirkan sukacita, bisa melihat jauh ke depan, tidak mencari siapa yang benar dan salah. “Tetapi mencari yang terbaik untuk keluarga bahkan selalu mau belajar. Karena tidak ada orang yang sempurna di dunia ini termasuk pasangan kita,” beber Lumoindong.

Ditambahkannya, kasih dapat mengalahkan segala persoalan rumah tangga dan terutama  harus menerima pasangan apa adanya. “Sedangkan kedewasaan akan berdampak pada suasana emosional, keputusan-keputusan yang diambil, sikap-sikapnya ketika menghadapi keadaan yang tidak menyenangkan dan cara menyampaikan pendapat,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua BPMS GMIM Pdt Dr HWB Sumakul menegaskan berdasarkan ayat-ayat Alkitab hubungan, kebersamaan dan tanggung jawab dalam keluarga. Melalui Efesus 6:1-4 dan Kolose 3:18-21 mengajarkan agar suami mengasihi istri dan tidak boleh kasar, istri tunduk dan taat kepada suami dalam segala hal. “Orang tua mendidik anak-anak di dalam ajaran nasihat Tuhan serta tidak membangkitkan amarah anak-anaknya. Bahkan anak-anak menghormati dan menaati orangtuanya,” terang Sumakul.

Dikatakannya, peran keluarga Kristen yakni harus ada kasih diantara suami istri, orangtua terhadap anak harus terus meningkat. Bahkan harus ada kedisiplinan yakni tegaknya keseimbangan hukuman dan pujian yang dinyatakan orangtua bagi anak mereka. “Pentingnya konsistensi yaitu aturan yang dianggap benar, terus-menerus dinyatakan dan diterapkan orangtua,” katanya.

Dia menambahkan, mendesaknya keteladanan orangtua dihadapkan anak-anak, termasuk dalam segi perkataan, sikap, penampilan dan perbuatan. “Peran suami sebagai kepala rumah tangga harus dilaksanakan. Ini merupakan ketetapan Allah bagi setiap keluarga di dunia,” pungkasnya. (ela/ite)

Kirim Komentar