08 Sep 2017 13:36

LPJ Dandes Tahap I Dikebut

MyPassion

MINAHASA - Sebelum proses pencairan Dana Desa (Dandes) tahap II, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) untuk tahap pertama harus segera selesai. Jika tidak, untuk realisasi tahap kedua belum bisa dicairkan. Karenanya, proses penyelesaian LPJ tahap pertama dikebut. 

"LPJ Dandes untuk tahap pertama sudah masuk sekira 85 persen," ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Minahasa Djeffry Sajow melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat Steady Tumbelaka. "Sisanya sementara proses melengkapi," kata Tumbelaka. 

Ia menambahkan, pihaknya terus menggelar peningkatan kualitas aparatur dan pemerintah desa. Sehingga, lanjutnya, dalam pengelolaan, perencanaan dan pertanggungjawaban tak mengalami masalah. "Karena kurang pemahaman, tak jarang mendorong terjadinya kesalahan pembuatan LPJ," pungkasnya.

Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS) dalam beberapa kesempatan mewarning seluruh Hukum Tua agar hati-hati dalam penyusunan LPJ Dandes. "Jika tidak tahu, tanyakan. Jangan merasa sudah bisa namun akhirnya LPJ salah. Dan terjerat hukum," sebut JWS. Ia menambahkan, untuk Dandes harus digunakan untuk kepentingan rakyat. "Penggunaan Dandes sudah dibicarakan dan disetujuu BPD karenanya realisasinya harus jelas dan pro rakyat," tegasnya. 

Ia pun mengaku, tak akan membela Kumtua yang kedapatan menyelewengkan Dandes. "Jika nanti ada temuan, harus tanggung jawab dan silahkan di proses hukum. Yang pasti saya sudah mengingatkan agar jangan sampai terjerat kasus terkait penggunaan Dandes," tukas JWS.

Terkait penyelesaian LPJ Dandes yang kerap lambat dikerjakan, pengamat ekonomi Joubert Maramis mengatakan, intensitas pelatihan, bimbingan teknis serta peningkatan kompetensi aparatur desa jadi faktor penting menutup adanya celah penyalahgunaan anggaran negara ini. "Peningkatan sarana dan Sumber Daya Manusia (SDM) sejalan dengan dimulainya program stimulus yang efektif berjalan sejak tahun 2015," terangnya. Intinya, lanjut Maramis, Dandes bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat di desa. "Apa yang ada di kota, ada juga di desa. Memangkas disparitas kesenjangan," ungkapnya. "Berhasilnya program ini, terlihat dari sejauh mana sarana dan SDM nya. Harus berjalan seimbang," kunci Maramis. (***)

Kirim Komentar