08 Sep 2017 13:24

Empat Mesin PLTD Rusak, Melonguane Defisit Listrik 150 Kw

MyPassion

TALAUD—Pemadaman listrik di wilayah Kota Melonguane dan sekitarnya kembali berlangsung. Beberapa waktu terakhir masyarakat dibuat gerah dengan kondisi ini. Pelaksana Harian (Plh) Manager PT PLN (Persero) Rayon Melonguane yang juga Supervisor Teknik bidang Jaringan dan Pembangkitan Daniel Sondakh mengakuinya. Dijelaskan Sondakh, pemadaman dilakukan untuk menyiasati ketersediaan listrik.

 

Dari tujuh mesin, tersisa tiga dengan daya mampu 720 kw yang beroperasi. "Saat ini PLN Melonguane defisit 150 Kw. Beban puncak di Melonguane sekira 800 kw. Tidak sebanding dengan daya mampu dari tiga mesin yang ada sebesar 720 Kw. Jadi dihitung-hitung tidak mampu, sehingga beberapa gardu kami lepas menghindari mesin blackout karena tak mampu. Apalagi ada mesin yang rusak. Listrik menyala hanya bisa bertahan 15 sampai 30 menit. Tak bisa secara kontinyu," jelasnya, kemarin.

Sementara untuk membackup listrik di Melonguane, kata Sondakh, pihaknya bergantung suplai paralel dari PT PLN Rayon Beo. Untuk manuver listrik PLN Melonguane harus berkoordinasi Kantor Cabang dan Asmin Area. Sedangkan untuk sistem dikoordinasikan dengan PLN Beo selaku pemegang nota dinas pengatur sistem.

"Dari wilayah sebenarnya akan mengirimkan mesin berdaya mampu 250 Kw, hanya saja kapal feri yang kandas mengakibatkan pengiriman ini tertunda. Penambahan mesin ini guna membackup defisit 150 Kw," tambahnya.

Masyarakat selaku pelanggan berharap, permasalahan ini dapat segera diatasi. Diminta juga pihak PLN transparan menyampaikan atau memberitahukan kepada publik terkait pemadaman. "Baik kalau ada gangguan disampaikan ke masyarakat. Supaya kami tahu. Kalau diam seperti ini kan terkesan ada yang ditutup-tutupi. Sebagai pelanggan kami sudah membayar listrik. Jadi tolong hak kami juga diperhatikan. Kalau memang mesin rusak. Kiranya segera diperbaiki atau diganti dengan yang baru agar persoalan ini teratasi," harap Kerendy, salah satu pelanggan.(***)

Kirim Komentar