08 Sep 2017 11:59
Diduga Peninggalan Zaman Perang

Bom Mortir Nyaris Meledak, Danramil: Cincin Pemicu Sudah Tak Ada

MyPassion
LANGSUNG DIAMANKAN: Jihandak Brimob Polda Sulut langsung diterjunkan ke lokasi penemuan bom jenis mortir, kemarin di Kelurahan Maasing. Foto: Ridel Palar/MP

MANADO—Penemuan bom jenis mortir kembali bikin gempar. Beny Djafar (45) bersama dua rekannya Vikry Ngali (41) dan Fahri Jonas (33), Kamis (7/9), tampak gugup usai mengetahui benda berbentuk nanas yang mereka temukan di parit pukul 10.30 Wita, adalah bahan peledak yang masih aktif.

“Saat menggali got (parit) kami benda berbentuk nanas. Pas saya angkat, ternyata bom. Kami langsung lapor ke kepala lingkungan. Dan langsung diteruskan kepada pihak berwajib,” tutur Djafar saat dimintai keterangan kepolisian di lokasi penemuan di Kelurahan Maasing, Lingkungan III, Kecamatan Tuminting.

Babinkamtibmas Kelurahan Maasing Aurelius  Gesso yang mendapat laporan, langsung bergegas ke lokasi sembari menghubungi Polsek Tuminting dan kantor Koramil terdekat. “Ada masyarakat sedang menggali parit dan menemukan besi. Setelah diamati ternyata sebuah granat. Setelah mendapat laporan kami langsung bergegas ke lokasi dan memasang garis polisi bersama anggota TNI Polri lainnya,” tutur Gesso.

Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Satuan Brimob Polda Sulut ikut diterjunkan. Usai melakukan olah TKP, tak berselang lama, granat tersebut dibawa oleh Jihandak untuk diledakkan.

Danramil 1309-01/Stb Tuminting Capt Inf Frans Dahua mengapresiasi langka masyarakat yang cepat menghubungi aparat. Dahua menambahkan, saat itu granat langsung diamankan. “Cincin pemicu ledakan sudah tidak ada. Tapi benda ini jangan berbenturan dengan benda keras atau berdekatan dengan api, ia akan bereaksi (meledak),” tutup Dahua.

Menurutnya, bom tersebut diduga peninggalan perang tempo dulu. “Tapi itu nanti kepolisian yang melakukan pendalaman, guna membuktikan mortir tersebut peninggalan perang atau bukan,” pungkasnya.(riedel/gnr)

Kirim Komentar