08 Sep 2017 10:43

Binasakan Karir Hakim Nakal

MyPassion

JAKARTA – Ini merupakan peringatan bagi seluruh aparat peradilan di tanah air. Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak segan-segan “membinasakan’’ karir para hakim atau panitera yang sulit dibina. Sikap tegas itu diambil menyusul masih adanya hakim dan panitera pengadilan yang terlibat kasus korupsi.

 

“Prinsip kami, tidak ada toleransi terhadap pelanggaran. Kalau tidak bisa dibina, ya dibinasakan saja karirnya (aparat pengadilan, Red),’’ tegas Ketua Muda Pengawasan MA Hakim Agung Sunarto di gedung KPK, kemarin (7/9).

Pernyataan Agung itu terkait dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap oknum hakim di Bengkulu kemarin. OTT itu hanya berselang dua pekan sejak KPK melakukan OTT di PN Jakarta Selatan pada 21 Agustus lalu.

KPK menangkap seorang hakim dan panitera pengganti di Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu. Mereka terjaring dalam OTT yang dilakukan selama dua hari, Rabu (6/9) dan Kamis (7/9), di Bengkulu dan Bogor. KPK menahan hakim anggota PN Tipikor Bengkulu Dewi Suryana (DSU) dan panitera pengganti Hendra Kurniawan (HKU).

Suryana ditangkap di rumahnya di Bengkulu beserta barang bukti uang tunai Rp 40 juta. Sebelum menangkap Suryana, tim penindakan KPK menangkap Dahniar (DHN), pensiunan panitera pengganti, di rumahnya pada Rabu malam (6/9).

Di rumah tersebut, petugas KPK menemukan kuitansi bertanggal 5 September 2017 yang bertulisan “Panjer pembelian mobil’’. ’’Total yang diamankan di Bengkulu ada lima orang,’’ kata Ketua KPK Agus Rahardjo.

Setelah menahan sejumlah orang di Bengkulu, keesokannya sebagian tim KPK bergerak ke Hotel Santika Bogor untuk menangkap Syuhadatul Islamy. Dia adalah seorang PNS sekaligus keluarga Wilson, pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu.

Kasus itu bermula ketika Wilson beperkara di PN Tipikor Bengkulu pada 26 April 2017. Pada 20 Juli lalu, jaksa penuntut menuntut Wilson 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta. Keluarga Wilson diduga berupaya memengaruhi majelis hakim di pengadilan setempat agar menjatuhkan hukuman yang lebih ringan dari tuntutan. Commitment fee untuk  “mengamankan’’ putusan itu adalah Rp 125 juta.

Nah, sebelum agenda pembacaan putusan, orang dekat Wilson membuka rekening baru di BTN dengan jumlah uang yang disetorkan Rp 150 juta. Pada 14 Agustus, putusan akhirnya dibacakan dan Wilson dijatuhi hukuman 1 tahun 3 bulan penjara serta denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan.

“Penyerahan uang baru dilakukan karena diduga menunggu situasi aman,’’ ungkap Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.

Selain uang Rp 40 juta yang diamankan di rumah Suryana, petugas KPK menyita duit Rp 75 juta di rumah Hendra Kurniawan. Uang itu ditengarai merupakan sisa commitment fee yang diberikan keluarga terdakwa.

KPK menetapkan Suryana dan Hendra sebagai penerima suap, sedangkan pemberinya adalah Syuhadatul selaku keluarga terdakwa Wilson. Suryana dan Hendra dijerat pasal 12 huruf c dan atau pasal 11 UU Nomor 31/2009 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP.

Sementara itu, penyuap dijerat pasal 6 ayat (1) huruf a atau huruf b dan atau pasal 13 UU Nomor 31/2009 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP. “Kami imbau seluruh pihak, khususnya aparat penegak hukum, menjaga integritas dan tidak terlibat tindak pidana korupsi,’’ tegas Basaria.

MA pun langsung menonaktifkan sementara ketua PN Bengkulu selaku atasan langsung hakim tersebut. Hal senada diberlakukan terhadap panitera pengganti setempat.  “MA setelah menerima informasi dari KPK soal OTT langsung memberhentikan. SK (surat keputusan) sudah ditandatangani,’’ terang Sunarto menyikapi OTT terhadap hakim dan panitera pengganti tersebut.

MA berkomitmen meneruskan setiap laporan dugaan korupsi yang melibatkan aparatur peradilan ke KPK. Hal itu dilakukan lantaran MA tidak memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk menindak aparat pengadilan yang nakal. “Bila ada indikasi gratifikasi, kami segera informasikan ke KPK,’’ imbuhnya.

OTT KPK terhadap hakim dan panitera Pengadilan Tipikor Bengkulu tersebut menambah buruk citra lembaga peradilan tanah air. Bagaimana tidak, belum genap sebulan panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Tarmizi kena OTT KPK, wajah lembaga peradilan tanah air kembali tercoreng OTT KPK di Bengkulu.

Juru Bicara (Jubir) Komisi Yudisial (KY) Farid Wajdi menyampaikan, informasi soal OTT KPK terhadap hakim dan panitera Pengadilan Tipikor Bengkulu sangat mengagetkan publik. Termasuk KY. Apalagi, akhir bulan lalu ada OTT KPK di PN Jaksel. “Kok kejadian itu tidak membuat jera hakim di Bengkulu?’’ ujarnya.

Berdasar data yang dihimpun KY, OTT KPK terhadap hakim, panitera, atau pegawai lain yang bekerja di lembaga peradilan berulang setiap tahun. “Bahkan, tahun 2016 terdapat 28 aparat pengadilan yang juga terkena OTT KPK,’’ ungkapnya.

Farid menyatakan, berulangnya praktik curang di lembaga peradilan menunjukkan bahwa sistem pengawasan MA belum berjalan dengan baik. KY mencatat, jumlah hakim di bawah koordinasi MA mencapai 7.600 orang. Mereka bertugas di 840 pengadilan.

Selain hakim, MA punya tanggung jawab atas 22 ribu aparatur pengadilan. “Dibutuhkan sistem pengawasan yang kuat untuk mereka,’’ ucapnya. (jpg)

Komentar
  • MyPassion

    maike
    13 Sep 2017 09:27

    Running Shoe Fit Tips Foot size: Shoe lasts (which determine shoe sizes) vary by manufacturer and even from one www.bootsshoppingonline.com shoes shoe model to another. http://www.bootsshoppingonline.com.sale. You may need a half-size or even a full size smaller or larger than you think. If you're unsure, have http://www.bootsshoppingonline.com shoes your feet measured. http://www.bootsshoppingonline.com. Try on shoes at the end of the day. Your feet normally swell a bit during the day's activities and http://www.bootsshoppingonline.com will be at their largest then. This helps you avoid buying that are too small. http://www.bootsshoppingonline.com. Aim for a thumbnail's length of extra space in the toebox. The width should be snug but allow a bit of room for your foot to move without rubbing. Laces should be snug but not tight. Barefoot shoes are an exception: Heel and toes should “fit like a glove”without any extra http://www.bootsshoppingonline.com space in the toes.
  • MyPassion

    karina safa
    08 Sep 2017 18:45

    PENGAKUAN SAYA BERSAMA KELUARGAKU INI BUKAN CERITA ATAU PUN REKAYASA BENER-BENER TERBUKTI SAMA SAYA. Terima kasih sebesar-besarnya yang kami ucapkan kepada mbah warjoh yang telah memberikan keberhasilan dan keberuntungan bagi keluarga saya.berkat bantuan beliau saya sekarang sudah hidup tenang karena suamiku sudah punya usaha tambak yang luasnya sekitar 5 hektar kurang lebih. begitupun juga saya dirumah buka warung sembakau dan sekarang pun saya sekeluarga tidak di kejar-kejar hutang lagi. mulanya keluarga Kami di berikan angka gaib hasil ritual dari mbah warjoh yang sangat Jitu 100% dijamin tembus.sehingga keluarga saya sekarang merasa tenang lagi.sekali lagi terima kasih mbah jasamu dikeluarga saya tidak akan terlupakan.Jika anda butuh angka gaib hasil ritual mbah warjoh silahkan Tanyakan aja Pada mbah dinomer hp beliau di: 0851 4534 4218 atau silahkan KLIK DISINI Terima kasih.
Kirim Komentar