07 Sep 2017 13:28

TPS Pinaras Dipertanyakan

MyPassion
MUBAZIR: Jalan masuk TPS Pinaras rusak, dan keadaan bangunan yang tak terawat, membuat warga bingung.

TOMOHON- Gedung Tempat Pengolahan Sampah (TPS) di Kelurahan Pinaras kembali dipertanyakan sejumlah warga. Menurut mereka, Gedung TPS disayangkan jika hanya dibiarkan begitu saja.

Apalagi, pernah didengar, dananya diperkirakan mencapai Rp 500 juta.  "Sayang sekali, apalagi dengan dana sebanyak itu, tapi tidak tahu kejelasannya seperti apa," beber salah satu pekebun di sekitar TPS, kemarin.

Pantauan harian ini, kondisi gedung kini sudah semakin tak terawat. Rumput liar sekitaran lokasi semakin banyak. Bahkan, hampir menutupi pintu masuk.

Saran saja, kata Dolfi Ratu beserta beberapa warga yang berkebun, lebih baik dipindahkan saja. "Katakanlah, ada halangan untuk pengoperasiannya. Nah jika sudah jadi, sedangkan jalan masuk saja rusak parah. Lebih baik dipindahkan saja," ujarnya.

Berbicara soal, sampah, lanjutnya, dia sendiri taat bayar retribusi sampah yang ditagih Rp 10 ribu per keluarga. "Agak kecewa juga. Padahal, kalau soal sampah, setiap kita kan ditagih retribusi. Kami berharap ada kejelasan soal tempat ini," tandasnya.

Sementara itu, Lurah Pinaras Yotje Ering mengatakan, pembangunan gedung dari Dinas PU Sulut, bukan pemerintah kota. Dia menceritakan, sudah sempat dikunjungi beberapa pegawai provinsi beberapa waktu lalu. Namun, rencana aktivitas ke depan terkait gedung, masih belum ada konfirmasi. "Kalau tidak salah, dua bulan lalu ada pegawai provinsi yang datang. Tapi, tidak tahu, apa tindakan mereka selanjutnya," kunci Ering. (ctr-25/vip)

Kirim Komentar