07 Sep 2017 12:04

Sempat Hilang, Refli Ditemukan Tak Bernyawa

MyPassion
NAHAS: Korban Tulung yang ditemukan tim gabungan, ketika melakukan pencarian di perairan Likupang, Rabu (6/9) kemarin. Foto: Dok. Petugas SAR

MANADO—Korban kapal tenggelam di perairan Minahasa Utara bertambah. Setelah sebelumnya Didi Ngala (45) yang ditemukan sudah tak bernyawa. Tim SAR yang melakukan pencarian, Rabu (6/9), kembali menemukan korban meninggal, yang sempat hilang Refli Tulung (56). Diketahui, kapal bernama lambung Solagratia, dikabarkan tenggelam akibat dihantam gelombang air laut setinggi sekitar 3 meter di perairan Desa Serei. Tepatnya di antara Pulau Lihaga dan Pulau Gangga, Kecamatan Likupang Barat, Minahasa Utara, Selasa (5/9), pukul 17.00 Wita.

 

Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Munte pukul 16.00 Wita, menuju Desa Gangga Satu. Kapal berkekuatan 2 mesin 40 PK ini, dinakhodai Yoseph Pantulu beserta 2 ABK dan 10 penumpang, yang berprofesi tukang bangunan asal Woloan, Tomohon. Kapal bermuatan bahan bangunan 8 kubik kayu balok dan 4 kubik papan.

Delapan penumpang beserta 2 ABK dan nakhoda berhasil ditolong oleh kapal long beach, yang dinakhodai Roli Salindeho. Sementara 2 penumpang lainnya, Didi Ngala dan Refli Tulung terseret arus. Sekitar satu jam setelah kejadian, Didi Ngala ditemukan dalam keadaan tewas oleh nelayan Gangga di perairan antara Pulau Lihaga dan Pulau Gangga. Korban lalu dievakuasi ke Puskesmas Mubune Likupang Barat.

Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael, melalui Kasubag Humas AKP Alex Watugigir, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Pihak Polres Minut dan jajaran kemudian berkoordinasi dengan Bakamla dan Tim SAR untuk melakukan pencarian terhadap Refli Tulung,” ujarnya.

Refli Tulung akhirnya juga ditemukan dalam keadaan tewas oleh tim gabungan Polairud Polda Sulut dan SAR, dibantu nelayan setempat di perairan antara Pulau Lihaga dan Pulau Gangga. Korban juga dibawa ke Puskesmas Mubune. Pihak keluarga korban, lanjut Watugigir, menolak untuk otopsi dengan menandatangani surat pernyataan. “Penyebab pasti tenggelamnya kapal masih dalam penyelidikan,” kuncinya.

Sementara itu, suasana duka menyelimuti kediaman dua keluarga di Kelurahan Woloan Satu, Tomohon Barat. Karena, kedua jenazah tenggelamnya KM Solagratia sudah tiba Rabu (6/9) kemarin. Air mata, tak terbendung. Keluarga, sanak saudara, serta warga yang melayat tak kuasa menahan tangis, ketika melihat kedua sosok kepala keluarga ini terbujur kaku.

Keluarga tak menyangka, dalam perjalan kerja mereka, justru menjadi saat terakhir keduanya. “Pertama kali lihat di facebook. Ada yang menggunggah postingan. Awalnya sempat tidak percaya. Namun, saat ditanya ke bosnya, dan lihat foto, ternyata benar. Itu kakak,” ujar David Ngala, adik Didi Ngala. Kata David, Didi sapaan kakaknya, seorang pekerja giat. Apapun dikerjakan, agar bisa menghidupi keluarga. “Dia tidak pilih-pilih kalau mau kerja. Apapun bisa dilakukannya,” tutur David.

Didi meninggalkan istri serta sepasang anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Tika dan Febri. “Kepergian kaka, tepat sepuluh hari setelah ulang tahun ke-44 nya. Didi juga merupakan anak keenam dari 7 bersaudara. Ketujuh saya,” tandasnya. Sama halnya dengan Didi, korban Refly Tulung juga dikenal sebagai sosok ayah yang membanggakan. Semasa hidupnya diberikan untuk keluarga. Saat melayat ke rumah duka, suasana sama. Beberapa kerabat dan tetangga terlihat hanyut dalam duka bersama keluarga pekerja rumah panggung Woloan tersebut.

Berbekal keahlian dan kerja kerasnya almarhum membesarkan kedua anaknya. Joune Tulung anak laki-lakinya adalah anggota kepolisian RI. Monica Tulung anak perempuannya sementara mengenyam pendidikan akademi keperawatan Gunung Maria Tomohon. Kepergian Refly menyimpan pilu. “Om orang yang baik dan rajin. Dia seorang yang sangat peduli sesama,” ujar Onal Wetik, saudara almarhum.

Kepastian informasi kecelakaan masih menunggu kesaksian sebelas korban yang masih dalam pemeriksaan. Delapan orang selain tiga kru kapal adalah kerabat kerja kedua almarhum yang juga dari Woloan. “Tinggal menunggu, bagaimana informasi langsung dari mereka saat datang nanti,” tutup David.(***)

Kirim Komentar