06 Sep 2017 10:30
Dua Hari Lalu Sempat Video Call Sebelum Dirujuk ke RS

Satu Jamaah Haji Sulut Meninggal di Tanah Suci

MyPassion
TUTUP USIA: Hj Tahir Umar (kiri) semasa hidup bersama Hj Usna Umar sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Satu jamaah haji asal Minahasa Tenggara meninggal di Tanah Suci. Haji Tahir Umar dipanggil sang khalik dalam usia 58 tahun.

Laporan: Hesly Marentek, Mitra

KEDIAMAN almarhum di Desa Ratotok Muara, Jaga, 1, Kecamatan Ratatotok dipadati warga dan sanak saudara, Selasa (5/9) tadi malam. Dikatakan putra bungsu almarhum, pihak keluarga mendapat kabar dari Arab Saudi pada pukul 18.27 Wita. Di situ menyebutkan kalau ayah mereka telah meninggal dunia.

Dua hari sebelumnya, sebut Iskandar Zulkarnain, anak alamarhum, mereka sempat melakukan video call yang menunjukkan ayahanda mereka sedang sakit. Kemudian pada pukul 13.00 Wita, Minggu (3/9) lalu, sempat dirujuk ke RS setempat.

Zulkarnain menuturkan, informasi meninggalnya sang ayahanda tersebut, diperoleh dari Ketua Rombongan Haji.

Sebelumnya juga, pada Minggu (3/9) lalu, kata Zulkarnain, Kazman Idrus yang adalah teman karib almarhum, menelepon ke nomor Haji Tahir Umar. Tapi justru dijawab Hj Usna Umar yang merupakan rombongan jamaah asal Ratatotok yang ikut menunaikan ibadah suci. Dia menginformasikan, kalau ayah mereka sedang sakit.   

Tapi Selasa (5/9) kemarin sekira pukul 13.00 Wita, keluarga mendapat informasi jika ayah mereka sudah tidak sadarkan diri di RS. Sebelum berangkat ke Arab Saudi, almarhum diketahui sudah menderita penyakit hipertensi

=== ok ===

dan diabetes.

 

Iskandar mengakui, dia sempat menanyakan ke rekan almarhum jika ayah mereka sempat pusing dan jatuh. Dan informasi diperoleh alamarhum pun sempat terkapar.

“Saya perkirakan kondisi papa saat itu ada empat kemungkinan. Biasanya papa marah, gula naik, makan daging, atau kelelahan," kata Iskandar.

Tanda-tanda pun sudah muncul sebelum almarhum berangkat naik haji. "Papa sudah amanatkan bagaimana pembagian harta warisan kami bersaudara. Papa sudah kasih tau ke kami bagaimana cara mengurus tunjangan PNS ketika dia meninggal. Karena papa masih aktif mengajar di SMP Muhammadiyah Ratatotok," kata Iskandar.

Terpantau di rumah duka di Ratatotok di depan Masjid Al Magfirah, sudah dipenuhi warga yang berdatangan melayat. Keluarga pun seakan masih tak percaya bahwa H Tahir Umar sudah dipanggil sang khalik.

Tangisan pun menyelimuti rumah yang bercorak biru ini. Terlebih Rabiah Ahmad, istri almarhum yang belum percaya jika telah ditinggal suami tercinta. Karena masih bersama almarhum saat pamit menunaikan ibadah suci pada 13 Agustus. Perempuan berusia 67 tahun tersebut hanya terdiam sambil meneteskan air mata.

Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Mitra H Kasim Mololonto mengatakan, H Tahir Umar adalah sosok yang mudah membaur. "Beliau semasa hidupnya aktif dalam berorganisasi. Dia pernah menjabat Ketua Panwas Kecamatan Ratatotok 2004. Juga pernah menjadi Hukum Tua Desa Ratatotok Muara 2010 lalu," ujar Kasim.

Kepala Seksi Penyelengara Haji dan Umroh Kementerian Agama Mitra Deskeh Sangiah menjelaskan, kabar yang mereka peroleh dari Mekkah, almarhum sudah selesai laksanakan wukuf di Arafah. Kemudian saat perjalanan ke Mina, almarhum sempat drop. Karena itu dibawa lagi ke Mekkah. Dan akhirnya meninggal di RS di sana.

Sementara itu, Kasubag Humas dan Informasi Kanwil Kemenag Sulut Suharto Rondo SAg menuturkan, almarhum adalah jamaah haji dari kloter 13 asal Desa Ratatotok, Mitra. Atas nama Tahir Umar (58). “Almarhum tutup usia di Mekkah, Arab Saudi, hari ini (kemarin, red) sekira pukul 10.00 Wita,” sebut Rondo.

Ditambahkannya, almarhum langsung dimakamkan di Mekkah. “Setiap jamaah yang meninggal akan langsung dimakamkan di Tanah Suci. Tidak mungkin dipulangkan ke Indonesia sebab waktu kepulangan cukup lama," ungkapnya.(***)

Kirim Komentar