06 Sep 2017 12:01

Intelijen Kodam Sita Tujuh Senjata Ilegal

MyPassion
DIAMANKAN: Asisten Intelijen Kodam Merdeka Kolonel Inf Eko Prayitno, menunjukkan barang bukti senjata api yang diamankan petugas, Selasa (5/9) kemarin di Makodam.

MANADO—Pasca pecah pertempuran di Marawi Filipina, TNI-Polda Sulut makin perketat wilayah perbatasan. Berbagai operasi intelijen terus diintensifkan. Hasilnya, di bawah pimpinan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen Ganip Warsito, Intelijen Kodam berhasil mengamankan tujuh pucuk senjata api ilegal.

 

“Pertama kami mengamankan dua pucuk pistol jenis Colt Cal 45 USA, 2 buah magasin, 12 butir munisi Cal 45 mm, serta 1 buah sarung pistol di Kampung Bahagia Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Sangihe tanggal 18 Juli 2017,” beber Asisten Intelijen Kodam Merdeka Kolonel Inf Eko Prayitno, saat diwawancarai Manado Post, Selasa (5/9).

Lanjut Kolonel Eko, 12 Agustus ada penyerahan 1 pucuk pistol revolver made in USA dan 4 butir amunisi di Desa Bongon, Kecamatan Melonguane Timur, Talaud. Selanjutnya, 3 September, intelijen juga mengamankan 3 pucuk pistol revolver buatan Filipina dan 36 butir amunisi Cal 3,8 mm dari Desa Tinakareng, Kecamatan Nusa Tabukan, Sangihe. “Yang terakhir, kami mengamankan 1 pucuk pistol 45 buatan USA. Dengan 9 butir amunisi di  Pulau Matutuang, Kecamatan Marore Sangihe,” bebernya.

Senjata yang disita tersebut merupakan hasil pelaksanaan berbagai macam sandi operasi. Operasi Intelijen, Operasi Pengamanan Pulau Terluar dan Operasi Teritorial, yang dilaksanakan Kodam XIII Merdeka. “Kami mendapatkan hasil yang cukup memuaskan dengan ditemukannya 7 pucuk senjata ilegal yang beredar di pulau-pulau terluar perbatasan RI dan Filipina,” kata Eko.

“Dengan adanya penemuan senjata yang beredar di tengah masyarakat, menguatkan dugaan memang benar pulau-pulau terluar di ujung Sulawesi Utara sering digunakan untuk menyelundupkan senjata api dan barang ilegal lainnya,” sorotnya.

Menurutnya, penyitaan senjata api ilegal sudah berdasarkan undang-undang tentang pemilikan senjata api. “Penemuan tersebut berkat deteksi dan pengejaran oleh anggota,” tutup perwira tiga melati.

Terpisah, ditambahkan Wakapendam XIII/Merdeka Letkol Inf Vipy Pranoto, Kodam terus meningkatkan intensitas keamanan. “Dengan memaksimalkan operasi intelijen dan teritorial secara terpadu. Kami mengingatkan pertahanan dan keamanan bukan hanya tugas tentara dan polisi saja, melainkan juga tugas seluruh masyarakat untuk sama-sama berperan untuk memberikan informasi kepada petugas berwajib,” tutup Letkol Vipy.(gnr)

Kirim Komentar