06 Sep 2017 12:44

Cabuli Anak di Kolong Jembatan, Warga Tabut Terancam 15 Tahun Penjara

MyPassion
Ilustrasi

SANGIHE—Aksi cabul terhadap anak dibawah umur kembali terjadi. Kali ini di wilayah hukum Polsek Tabukan Utara (Tabut). Tersangka DT alias Vian (17) warga Kampung Beha Tabut. Tersangka sempat melarikan diri, tetapi berhasil diamankan aparat Polsek Tabut yang bekerjasama dengan Tim Scorpion Polres Sangihe, Senin (4/9).

Dari informasi, Vian diamankan aparat terkait dengan tindakan asusila yang menghamili korban MM alias Mutia hingga kandungan korban sudah berusia tiga bulan. Tidak menerima perbuatan tersangka ini, akhirnya ibu korban menempuh jalur hukum dengan melaporkan tersangka ke Polsek Tabut.

Sesuai laporan orangtua MM, anaknya menjadi korban akibat ajakan tersangka melalui Short Message Service (SMS) untuk jalan-jalan, pada Mei 2017."Anak saya diajak jalan-jalan ke suatu tempat namun ketika berada di jembatan yang sepi anak saya disuruh turun ke kolong jembatan. Dibawah jembatan tersebut, korban dipaksa tersangka untuk melayani nafsu bejadnya," tutur ibu korban, sesuai pengakuan anaknya. 

Kapolsek Tabut AKP Witnes Darea ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Tersangka telah kami amankan dan diproses untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.  Tersangka diancam pasal 81 (2) UU RI 17/2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU 1/2016, tentang perubahan kedua atas UU 23/2002, tentang perlindungan anak menjadi UU, minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda minimal sebesar Rp 60 juta dan maksimal sebesar Rp 300 juta,” tandasnya. (ctr-17/ite)

Kirim Komentar