05 Sep 2017 09:53

Kemendes Tambah 40 Ribu Pendamping Desa

MyPassion
Eko Putro Sandjojo

JAKARTA—Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mulai melakukan rekrutmen terhadap calon pendamping desa. Dari kuota nasional sebanyak 13.053 orang, baru terpenuhi sebanyak 20 ribu orang saja.

Menteri Desa dan PDTT Eko Putro Sandjojo mengatakan, perekrutan akan dilakukan secara online dan transparan. Di masing-masing provinsi, pengaturan rekrutmen akan dilakukan oleh Perguruan Tinggi (PT). “Masyarakat juga akan terus dilibatkan,” katanya, Minggu (3/9) lalu.

Tenaga pendamping desa yang dibutuhkan meliputi Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP), Pendamping Desa Teknik Infrastruktur, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA-PMD), Tenaga Ahli Infrastruktur Desa (TA-ID), Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (TA-PP), Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (TA-PED), Tenaga Ahli Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TA-TTG), dan Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA-PSD).

Eko menyebut, ada tambahan 40 ribuan pendamping yang dibutuhkan oleh Kemendes pada tahun ini. Sedangkan yang tengah aktif berjumlah 20 ribuan.

Belum lagi ada banyak pendamping desa yang tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Tahun ini, Kemendes telah mencopot sekira 200 orang pendamping desa. Sebab dianggap tidak memenuhi performa yang diwajibkan.

“Mereka nggak kerja, kita cabut, posisi mereka juga harus diisi kembali,” kata Eko. Untuk mencegah banyaknya masalah performa yang terjadi pada para pendamping desa, Kemendes telah menetapkan bahwa para pendamping desa tidak boleh merangkap jabatan atau pekerjaan aktif.

“Kepala desa tidak boleh jadi pendamping desa, wartawan aktif juga tidak boleh,” kata Eko.

Tugas para pendamping, lanjut Eko, nantinya menemani perangkat desa untuk melakukan pengolahan dan penggunaan dana desa.

Sementara untuk pencegahan korupsi akan dibebankan pada aparat pemerintahan daerah. Baik itu bupati, inspektorat, juga kepala-kepala dinas pemberdayaan desa dan camat.

“Pendamping desa hanya bertugas untuk mengawal proses-proses pengelolaan dana desa,” pungkas Eko.

Diketahui, Sulut mendapat kuota 185 pendamping desa baru. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sulut Drs Roy Mewoh DEA menerangkan, sampai kini terdapat 400 pendamping desa aktif. “Dengan jumlah 1.508 desa di Sulut, berarti satu pendamping desa melakukan pendampingan terhadap tiga sampai empat desa,” ujarnya.

Nantinya, lanjut Mewoh, diupayakan para pendamping desa dapat sesuai disiplin ilmu. “Agar dapat membantu perangkat desa dari perencanaan, pelaporan, hingga evaluasi,” ujar Mewoh.(jpnn/har)

Komentar
Kirim Komentar