30 Agu 2017 09:37

KPK Tangkap Wali Kota Cantik

MyPassion
Siti Masitha Soeparno

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyasar kepala daerah dalam operasi tangkap tangan (OTT) kasus suap. Kemarin (29/8) giliran Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno yang terjaring OTT setelah diduga menerima suap senilai Rp 300 juta. Uang itu terkait dengan proyek pembangunan gedung intensive care unit (ICU) yang dibiayai dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Kesehatan Rp 16 miliar.

OTT terhadap kepala daerah yang akrab disapa Bunda Sitha tersebut berlangsung mendadak. Sekitar pukul 15.00 Masitha memimpin rapat evaluasi capaian kinerja triwulanan dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Gedung Adipura Kompleks Balai Kota Tegal setelah sempat menerima massa Nahdlatul Ulama (NU) yang melakukan unjuk rasa menolak full day school.

Setelah mengikuti rapat, Mashita menuju Pringgitan yang berlokasi hanya beberapa meter dari Gedung Adipura untuk kembali ke ruang kerjanya. Sekitar pukul 17.30, tiga petugas KPK yang dibantu beberapa anggota kepolisian datang dan langsung membawa Bunda Sitha meninggalkan kompleks balai kota dengan menggunakan mobil petugas. Ruang kerja wali kota pun disegel dengan kertas putih bertulisan KPK.

Tentu saja penangkapan itu mengganggu aktivitas kedinasan Bunda Sitha. Sesuai agenda, pada pukul 19.30 wali kota sedianya menghadiri resepsi HUT Ke-72 Republik Indonesia di Kecamatan Tegal Selatan dan Margadana.

Sebelum membawa wali kota, petugas KPK menyegel kantor RSUD Kardinah Kota Tegal. KPK juga menangkap dua pejabat RSUD milik Pemkot Tegal tersebut. Informasinya, salah seorang pejabat RSUD pelat merah itu berinisial CS. Seorang lagi merupakan koleganya yang mengurusi keuangan di rumah sakit tersebut.

Sebelum membawa dua pejabat itu, petugas KPK menyita sejumlah berkas penting. Petugas KPK kemudian menyegel ruang keuangan dan direktur dengan stiker putih bertulisan KPK. Dugaan sementara, penangkapan terkait dengan kasus pembangunan fisik ICU.

OTT Masitha membuat heboh pegawai di Balai Kota Tegal. Meski demikian, tak satu pun pejabat mau berkomentar. Kepala Bagian Humas dan Protokol Hendiati Bintang Takarini sulit dihubungi. Wakil Wali Kota Tegal Nursholeh belum bisa berkomentar banyak. Dia sedang bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. ”Pak Gubernur lagi jumpa pers tentang OTT,” kata Nursholeh melalui pesan singkat.

Sementara itu, puluhan aktivis Kota Tegal menduduki Pringgitan Pemkot Tegal tadi malam. Mereka terlihat senang dan gembira saat mendengar Mashita ditangkap KPK. Para aktivis yang tergabung dalam berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) tersebut juga membawa poster yang bertulisan Keadilan untuk Rakyat Kota Tegal. Mereka membentangkan poster itu di pintu masuk Pringgitan seraya berteriak agar Mashita segera diadili.

Humas Komite Penyelamat Kota Tegal Yusqon mengaku senang jika orang nomor satu di Kota Tegal tersebut ditangkap KPK. Sebab, wali kota Tegal sudah berbuat di luar batas. Selain diduga menerima suap sekitar Rp 300 juta, wali kota melakukan mutasi nonjob terhadap sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tegal.

Beberapa kepala SKPD juga dimutasi tanpa sebab. Parahnya lagi, lanjut Yusqon, ada tiga ASN yang tidak digaji tanpa surat keputusan (SK) pemberhentian. Mestinya, jika ASN diberhentikan, harus ada SK pensiunnya.

Koordinator Aliansi Kerakyatan Antikorupsi dan Peradilan Bersih Jawa Tengah Komaraenudin mengatakan hal senada. Dia mengaku bersujud syukur setelah wali kota Tegal ditangkap KPK. (jpg/can)

Kirim Komentar