29 Agu 2017 08:49

Warga Kawanua Terjebak Badai di Houston Amerika Serikat

MyPassion
HARVEY MENGAMUK: Badai Harvey melanda Kota Houton, Texas, Amerika Serikat. Warga Kawanua pun terkena imbasnya. Foto lain, Jouke Kiroh (paling kanan) bersama cucu dan anaknya Imelda Pangemanan. foto: dok pribadi

WASHINGTON—Sejak Jumat (25/8) waktu setempat, Kota Houston, Negara Bagian Texas, Amerika Serikat (AS), diterpa badai Harvey. Sejumlah warga Kawanua ikut terjebak dalam badai yang disebut-sebut terparah sejak badai Katrina pada 2004. Jouke Kiroh, salah satu Kawanua yang berhasil diwawancarai Manado Post mengaku hingga tadi malam angin kencang disertai hujan masih melanda Houston, yang jadi kota terdampak paling parah dibandingkan dengan wilayah lain di Texas.

“Saya menangis melihat badai ini. Kami sekarang tinggal di rumah, tidak bisa keluar. Kantor-kantor dan sekolah diliburkan,” beber Jouke. Menurut Kawanua asal Kamangta Kecamatan Tombulu, Minahasa ini, sekarang mereka sekeluarga sedang berada di lantai atas.

“Pagi ini angin sedang bertiup. Mohon ditopang dalam doa buat Houston dan kami keluarga,” ujar Jouke yang sekarang sedang berkumpul bersama anaknya Imelda, menantu, dan cucunya. Jouke menambahkan, yang bisa mereka lakukan sekarang ada berdoa. “Di Houston banyak orang Manado. Belum lama ini kami berkumpul. Banyak yang saling bertemu di konsulat RI,” tukasnya.

Lanjut Jouke, yang bisa dilakukan sekarang bersama keluarga Kawanua lain yang tinggal di Houston adalah berdoa dan bible study lewat telepon. “Mohon doakan kami yang ada di Houston,” tutupnya.

Diketahui, akibat badai Harvey jalanan Houston, berubah seperti sungai. Beberapa permukiman juga porak-poranda. Dua hari terakhir hujan terus-menerus mengguyur dengan intensitas yang sangat tinggi. Mencapai 75 cm per jam.  Hujan diperkirakan tidak akan berhenti hingga akhir pekan depan. Lima orang dilaporkan tewas dalam berbagai insiden terkait banjir dan badai tersebut.       

Harvey juga mengakibatkan listrik di ribuan rumah terputus. Puluhan sekolah juga ditutup. Dua bandara utama di Texas tidak bisa digunakan karena landasan pacu pesawat terendam air.

Federal Emergency Management Agency (FEMA) memperkirakan badai Harvey bakal membuat sekitar 30 ribu orang di Texas mengungsi ke tempat penampungan. Selain itu, lebih dari 450 ribu orang bakal membutuhkan bantuan setelah Harvey berlalu. ”Texas tidak pernah mengalami kejadian seperti ini,” ujar Brock Long, administrator FEMA.

Gubernur Texas Greg Abbott mengungkapkan, sekitar seribu orang anggota Garda Nasional diterjunkan untuk membantu korban banjir di Houston. Dallas juga menyiapkan shelter berkapasitas 5 ribu orang di Kay Bailey Hutchison Convention Center. Shelter itu diperkirakan siap digunakan hari ini. Menurut Juru Bicara Gedung Putih Sarah Huckabee, Presiden AS Donald Trump bakal mengunjungi Texas hari ini.

Sebelumnya, Trump nge-tweet akan datang ke Texas hanya jika kedatangannya dirasa tidak mengganggu proses evakuasi korban. Trump juga menyatakan status darurat untuk Negara Bagian Louisiana karena diperkirakan badai Harvey akan bergerak ke kawasan tersebut.

Tak semua yang berkaitan dengan badai Harvey menyedihkan. Empat bayi di Texas lahir bersamaan dengan datangnya badai tersebut. Salah satunya bahkan dinamai sesuai dengan nama badai itu, Harvey. Bayi laki-laki itu adalah putra Irma Rodriguez.(gel/jpg)

Kirim Komentar