29 Agu 2017 10:58
Dikecam, Tarik Motor Paksa di Tengah Jalan

Alamak!!Oknum FIF Ancam Bunuh Warga

MyPassion
BANYAK KELUHAN: Kantor FIF Group Bitung yang terletak di Kelurahan Wangurer, Kecamata Madidir.

BITUNG—Keterlaluan perlakuan oknum FIF Group kepada masyarakat. Pasalnya, diduga arogan dalam upaya penarikan kendaraan. Salah satu yang menjadi korban adalah Karim Batalipu (27), warga Kelurahan Sagerat Weru Satu, Kecamatan Matuari. Oknum yang mengaku petugas FIF Group mengambil paksa kenderaan di tengah jalan saat hendak dipakai bekerja, kemarin (28/8). Lebih memiriskan, oknum FIF Group itu mengancam membunuh Karim.

Bahkan Karim hampir mengalami kecelekaan saat dicegat di tengah jalan. "Ada empar orang yang mencegat. Waktu itu saya hendak pergi ke kantor lewat Jalan 46. Tiba-tiba seorang karyawan FIF Group merampas motor yang saya kendarai.  Saya pun bersikeras tidak ingin motor diambil. Karena motor yang saya pakai ini bukan milik saya, melainkan milik teman saya. Saya juga mengatakan jika ingin ambil motor silahkan bertemu dulu dengan pemilik aslinya. Tapi orang tersebut tetap memaksa ingin mengambil motor. Saya pun coba menghindar tiba-tiba dicegat tiga orang rekannya yang bertubuh kekar. Mereka bahkan hampir memukul dan mengancam ingin membunuh saya,” bebernya.

Lanjut Karim, dia tidak terima dengan perlakukan empat oknum karyawan FIF Group tersebut. Dia pun melaporkan kejadian tersebut di Polres Bitung.

"Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Bitung. Jangan hanya karena kita masyarakat biasa kemudian diperlakukan seperti binatang seperti itu. Apalagi ini negara hukum. Jika memang motor itu bermasalah pada pembayaran angsuran setidaknya bisa dibicarakan dengan baik-baik atau lewat jalur hukum yakni pengadilan. Kami minta perusahaan seperti ini ditindak tegas karena merugikan masyarakat kecil," kesalnya.

Aktivis Bitung, Berty Lumempouw mengecam keras tindakan oknum FIF Group tersebut. Dia pun meminta pihak kepolisian menindak tegas perusahaan leasing yang sering memakai depkolektor dengan kekerasan.

"Apapun alasan pihak FIF Group tidak dibenarkan dalam aturan dan undang-undang. Apalagi sudah memakai kekerasan. Itu sama saja dengan merampok dan merampas hak rakyat. Dan itu temasuk pidana dan harus diproses sesuai hukum," tegas Lumempouw.

Lumempouw menambahkan, pihak perusahaan harusnya mengerti aturan. Sebab kata dia, Kementerian Keuangan telah mengeluarkan peraturan yang melarang leasing atau perusahaan pembiayaan menarik paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit.

"Hal itu jelas tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/2012, tentang pendaftaran lelang Fedusia bagi perusahaan pembiayaan yang dikeluarkan tanggal 7 Oktober 2012. Menurut Undang-undang Nomor 42 tahun 1999, Fedusia adalah suatu proses mengalihkan hak milik atas suatu benda dengan dasar kepercayaan, tapi benda tersebut masih dalam penguasaan pihak yang mengalihkan. Fedusia umumnya dimasukkan dalam perjanjian kredit kendaraan bermotor lewat pihak notaris. Tapi sayangnya kebanyankan dari mereka tidak memakai jalur ini karena menghindar dari biaya tambahan. Kami berharap pihak kepolisian menyeriusi masalah ini," tegasnya.

Sayangnya pimpinan FIF Group saat dimintai konfirmasi di kantornya di Kelurahan Wangurer, memilih bungkam. "Saya sudah ketemu dengan bos. Tapi bos bulum bisa ditemui. Ada rapat," singkat salah satu karyawan FIF Group, kemarin. (MPG/can)

Komentar
Kirim Komentar