28 Agu 2017 10:17

Revolusi Mental Dirasakan Masyarakat

MyPassion
Tatong Bara

KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara menghadiri pertemuan Pekan Kerja Revolusi Mental, Jumat (25/8), siang, di Stadion Manahan Kota Solo Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan itu, juga dihadiri oleh seluruh kepala daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Tatong mengatakan, bahwa program revolusi mental yang telah dicanangkan pemerintah pusat dibawah kepemimpinan  Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo (Jokowi), telah cukup dirasakan masyarakat dalam kurun waktu 3,7 tahun terakhir. “Kegiatan ini merupakan pembuktian, bahwa apa yang dicanangkan presiden melalui program revolusi mental, sudah bisa dirasakan oleh masyarakat di segala lini kehidupan,” ujar Tatong.

Di Kotamobagu sendiri kata Tatong, telah terjadi perubahan paradigma besar-besaran dalam hal pemerintahan. Hal ini bisa dilihat dari kerja-kerja pelayanan yang terus dimaksimalkan oleh Pemkot Kotamobagu. “Paradigma ASN yang dahulu terkesan dilayani, kini telah berubah menjadi melayani masyarakat dengan prima. Selain itu, SKPD di Kotamobagu juga saat ini lebih sering menjemput bola di tengah-tengah masyarakat, agar program yang disusun benar-benar dirasakan warga,” imbuhnya.

Ia menuturkan, hasil dari itu, sejumlah prestasi dan penghargaan sebagai bentuk pengakuan dari kinerja pemerintahannya dalam kurun waktu 4 tahun belakangan bisa diraih. “Ini tentu sebuah kebanggaan sekaligus cambuk untuk menyemangati diri agar kita bisa lebih baik kedepan,” tuturnya.

Pertemuan itu, diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Adapun fokus kegiatan yang akan dilakukan di daerah kata Tatong sebagai berikut, gerakan Indonesia melayani meliputi, sistim manajemen kinerja dalam  percepatan revolusi metal, pengembangan inovasi pelayanan publik, pemetaan proses bisnis dalam rangka  penyederhanaan pelayanan birokrasi.

“Ada juga gerakan Indonesia tertib dan gerakan Indonesia Mandiri meliputi, peran KUR mendorong kemandirian  ekonomi masyarakat, reformasi pangan untuk mencapai ketahanan dan kedaulatan pangan, reformasi agraria, vokasi untuk meningkatkan tenaga  kerja dan wirausaha. Juga pembangunan masyarakat melalui sektor retail, penguatan komunikasi antar wilayah dalam pemerataan ekonomi nasional,” ujarnya.

“Sedangkan gerakan Indonesia Bersatu antara lain, kesiapan pelaksanaan pemilu presiden dan legislatif tahun 2019, pemilihan kepala daerah serentak, pajak untuk membangun Indonesia,  penataan dan pembinaan organisasi masyarakat dan mengembangkan nilai toleransi untuk perekat kebangsaan,” pungkasnya.(yan/ite)

Kirim Komentar