26 Agu 2017 09:27

Pasien BNN Didominasi Pelajar

MyPassion

MANADO—Pelajar kini menjadi target gembong narkoba. Bukan tanpa alasan pasien penyalahguna narkoba didominasi kaum muda yang berstatus masih sekolah. Fakta tersebut sesuai data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Manado, tiga tahun terakhir. Untuk 2015 sebanyak 140 pelajar; 2016 32; sedangkan tahun ini mencapai 61 pelajar.

 

Kepala BNN Manado AKBP Eliasar Sopacoly menyebutkan, para pecandu ini umumnya datang ke klinik Pratama BNN Manado dengan sukarela. “Tapi ada juga hasil laporan masyarakat serta operasi gabungan,” sambung perwira dua melati ini.

Lanjutnya, pelajar banyak terlibat obat-obatan terlarang jenis Triex, Somadril hingga Komix. “Ada yang menyalahgunakan lem Ehabon dan obat berbahaya dan zat adiktif yang lain,” bebernya.

Dijabarkan Sopacoly, klien yang datang ke klinik BNN Manado selama ini tingkat ketergantungannya bervariasi. Mulai ringan, sedang, sampai berat. Bahkan ada yang sudah menjurus pada gangguan jiwa. “Jika ada klien yang sudah mengalami gangguan jiwa, biasanya akan dirujuk ke RSJ Ratumbuysang Manado,” lanjutnya.

Klinik Pratama BNN, kata Sopacoly, hanya memberikan pelayanan rawat jalan bagi pecandu narkoba dengan tingkat ketergantungan ringan sampai sedang. “Sedangkan, untuk pecandu narkoba dengan tingkat ketergantungan berat membutuhkan rehabilitasi rawat inap akan dirujuk ke lembaga rehabilitasi rawat inap yang telah ditunjuk pemerintah,” kuncinya. Kepala BNN Provinsi Sulut Brigjen Pol Charles Ngili menambahkan, BNNP bersama jajaran di tanah Nyiur Melambai terus mengintensifkan operasi dengan sandi ‘Bersinar’.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo menyebutkan, pihaknya bertekad menekan angka penyalahguna di Sulut. “Kita akan terus mengejar para pengedar. Langkah ini diyakini bisa mematikan pasar narkoba. Dengan mempersempit pergerakan mereka (penyalahguna),” pungkasnya.(gnr)

Kirim Komentar