26 Agu 2017 10:40

Koleksi Taman Margasatwa Tandurusa

MyPassion

BITUNG—Kota Cakalang memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Termasuk keanekaragamaan satwa. Seperti yang dikoleksi di Taman Margasatwa Tandurusa. Sebut saja tarsius, elang, kelelawar, manguni, garuda, bangau, musang, kera hitam, beruk, kakatua, belibis, kum-kum, buaya, rusa dan ular piton yang usianya sudah 26 tahun.

 

Untuk ke taman margasatwa yang terletak di Kelurahan Aertembaga Dua, Kecamatan Aertembaga ini kurang lebih dua jam dari Manado. Atau hanya 15 menit dari pusat kota Bitung.

“Dapat juga melewati laut dengan kapal motor kurang lebih setengah jam dari dermaga ruko Pateten,” ujar Telly Gumolung, salah satu karyawan Taman Margasatwa Tandurusa.

Selain pesona margasatwa, pengujung juga bisa menikmati keindahan pesisir pantai dan hutan lindung. Karena taman margastawa itu tepat di bibir pantai dan disamping hutan lindung.

Menurut Telly, sudah selama 33 tahun kebun binatang ini menjadi ikon wisata Bitung yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara maupun lokal.

“Keanekaragaman ekologi wisata hidup di sini banyak menjadi pelajaran bagi wisatawan yang berkunjung. Karena begitu banyak jenis binatang yang hampir puna di Sulut bahkan di beberapa daerah Indonesia seperti Bali, Jawa dan Papua ada di sini," ungkap Telly.

Sala satu pengunjung lokal, Janet Sigar, mengungkapkan banyak ilmu yang didapat anak-anaknya saat berwisata di tempat itu. “Terutama pengetahuan tentang binatang-binatang yang jarang ditemuai disekitar kami. Dan di sini kita bisa tahu dan belajar menjaga dan melindungi binatang. Apalagi binatang yang hampir puna," bebernya.

Rizal Zulendra, wisatawan asal Medan mengakui, karena kecintaannya  kepada binatang yang membuat dia berkunjung. "Saya ingin mengenal lebih dekat dan melihat langsung binatang yang biasa hanya saya baca di buku atau lihat di TV," katanya.

Sekedar diketahui, 1990 silam pemerintah Indonesia pernah memberikan penghargaan Kalpataru kepada pengelola kebun binatang ini. (ctr-17/can)

Kirim Komentar