24 Agu 2017 09:14

Sindikat Penyebar Hoax Ditangkap

MyPassion

JAKARTA—Penyebar hoax (berita bohong) di media sosial mulai terungkap. Kemarin (23/8) Direktorat Tindak Pidana Siber (Diitipid Siber) Bareskrim mengungkap penangkapan sindikat produsen ujaran kebencian dan SARA bernama Saracen. Kelompok tersebut bermain dua kaki dalam polemik kasus Ahok alias Basuki Tjahata Purnama.

Kasubdit I Dittipid Siber Bareskrim Kombespol Irwan Anwar menjelaskan, sindikat Saracen ini beroperasi sesuai dengan pesanan dari kliennya. Siapa yang ingin ditendang, siapa yang ingin dipukul menggunakan isu. ”Apapun yang dibutuhkan dia ada,” jelasnya.

Setelah sepakat dengan kliennya maka kelompok ini beroperasi. Harga untuk jasa sindikat ini bila dilihat dari berbagai proposal kisaran Rp 75 juta hingga Rp 100 juta. ”Sindikat ini sangat terorganisir, ada ketua ada koordinator dan sebagainya. Dikelola semacam perusahaan, berbeda dengan sebelumnya yang hanya pelaku tunggal,” terangnya.

Ada tiga orang yang ditangkap dalam kasus tersebut, yakni JAS, MF dan SR. Jas merupakan ketua sindikat Saracen tersebut. Dia memiliki kemampuan untuk melakukan hacking dan sebagainya. ”Dia mampu mengambil alih akun yang dirasa bertolakbelakang dengan kepentingannya,” tuturnya.

Catatan Dittipid Siber, JAS ini memiliki 10 ribu akun dalam bekerja. Dia mengerahkan akun-akun tersebut untuk membuat arus pembicaraan sesuai keinginannya. ”JAS ini ditangkap di Riau,” ujarnya.

Untuk MF merupakan ketua bidang media dan informasi. Dia juga berperan banyak dalam sindikat tersebut. MF ditangkap di Koja, Jakarta Utara. Terakhir, SR yang merupakan koordinator wilayah Jawa Barat. ”Dari semuanya ditemukan bukti 50 simcard, beberapa hardisk dan laptop,” ungkapnya.

Masalahnya, dalam polemik kasus Ahok, ternyata sindikat ini bermain dua kaki. Dia saat sudah mendapatkan klien pada kelompok kontra Ahok, bila ada klien yang pro Ahok kemudian menghubungi rekannya. ”Rekannya ini yang kemudian menanggapinya dan beroperasi,” tuturnya.

Berapa jumlah ujaran kebencian yang diproduksi sindikat tersebut? Dia mengatakan bahwa kelompok ini sudah beroperasi sejak akhir 2015. Sehingga, jumlah ujaran kebenciannya juga begitu banyak. ”Terutama ujaran soal SARA, kami sedang teliti,” ujarnya.

Saat ini diketahui bahwa kondisi sedang tenang. Kelompok Saracen ini tidak memiliki klien. Namun, mereka tetap aktif di media sosial tujuannya untuk eksis. Plus, mereka mengirimkan berbagai proposal pada calon kepala daerah, terutama untuk pilkada 2018. ”Mereka ingin panen pada 2018 ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan, penangkapan sindikat produsen ujaran kebencian ini memang baru kali pertama terjadi. Namun, tidak akan menjadi yang terakhir, sebab masih banyak produsen ujaran kebencian yang menjadi target. ”Kami pastikan banyak sekali,” ungkapnya.

Sementara Kasubagops Satgas Siber Dittipid Siber Bareksrim AKBP Susatyo Purnomo menuturkan, selain menggunakan akun, mereka juga memiliki situs berita fiktif yang memproduksi ujara kebencian. Ada beberapa situs tidak jelas yang mereka gunakan. ”Ini untuk meyakinkan seolah-olah benar beritanya, padahal hoax,” ungkapnya.

Dia berharap masyarakat jangan mudah terpancing dengan hoax yang sengaja dihembuskan. Penangkapan ini juga menjadi peringatan untuk produsen ujaran kebencian dan SARA lainnya. ”Masyarakat jangan terpancing, kalau untuk produsen tentu kami kejar,” paparnya. (jpg/can)

 

Komentar
  • MyPassion

    maikeli
    02 Sep 2017 23:32

    i am also very very love it,I am Amos.z from The forefront of absolute fashion trends, exclusive news presentation! If you want to know more, please continue to pay attention to @http://www.bootsshoppingonline.com and turn on those alerts for more updates on this release. Otherwise, take a look at listed retailers/ raffles below and good luck on the morning of release.
Kirim Komentar