24 Agu 2017 10:25

Ortu-Toga Konselor Anak

MyPassion

MANADO - Meningkatnya penggunaan narkoba, harus menjadi perhatian serius seluruh komponen bangsa. Termasuk para tokoh agama.

 

Sekretaris Umum BPMS GMIM Pdt Hendry Runtuwene STh MSi meminta, umat agar menjauhi dan meninggalkan narkoba karena merusak masa depan generasi muda. "Saya berharap partisipasi aktif dari para orangtua untuk mengawasi anak-anak agar tidak terjebak dalam permasalahan ini," ungkapnya.

Menurutnya, ada begitu banyak generasi muda yang sudah terjebak dalam penyalagunaan narkoba maupun seks bebas. Untuk itu, Ia berharap, kepada pemerintah dan berbagai instansi terkait agar menyeriusi permasalahan yang merusak moral. "Peran tokoh agama juga sangat penting untuk menguatkan iman, supaya  generasi muda tidak tergoda dengan narkoba,” harap Runtuwene.

Terpisah, Ketua Pemuda Sinode GMIM Pnt Toar UY Pangkey mengungkapkan, pihaknya terus berupaya untuk meminimalisir pergaulan bebas terhadap anak muda. "Dalam pelayanan pemuda kita meningkatkan kualitas iman, agar dapat menjadi terang bagi sesama," tuturnya.

Diungkapkannya, anak sekolah minggu yang memasuki remaja maupun pemuda butuh perhatian lebih. Orangtua harus mampu menjadi konsultan bagi anak-anak yang mendapat masalah. "Jangan orangtua membiarkan anak mereka tertimpa permasalahan sepert ini. Kita harus memberikan solusi kepada anak-anak sedang dalam masalah," tambahnya. "Keluarga juga harus memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bahayanya pergaulan bebas," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Walubi Manado Perwakilan Buddha Indonesia Sufandi Siwi MM mengatakan, narkoba berpengaruh buruk terhadap fungsi akal manusia. Karena melemahkan kesadaran, dapat mendorong seseorang untuk melakukan tindakan pembunuhan, pencurian, melakukan tindakan asusila, maupun berbohong. "Pengaruh dari pengguna narkoba adalah kehilangan harta benda, menimbulkan pertengkaran, mudah terserang penyakit, mendapat reputasi buruk, kecerdasan intelektual menurun dan tidak memiliki rasa malu berbuat jahat," bebernya.

Oleh karena itu, dalam penyelesaian masalah ini, tidak hanya terletak pada hukuman yang berat bagi penyalur obat terlarang. Perhatian harus juga ditunjukkan untuk mendidik masyarakat akan bahaya dari penggunaan narkoba."Dalam hal ini keluarga dan kita bersama-sama dapat memainkan peranannya. Narkoba tidak memiliki tempat untuk dilegalkan dan secara tegas menolak penyalahgunaan narkoba," pungkas Siwi. (ela/gel)

Kirim Komentar