23 Agu 2017 13:47

Pelaku Terakhir Teror Barcelona Ditembak Mati

MyPassion
TENANG: Rekaman CCTV menunjukkan Younes Abouyaaqoub melangkah dengan santai setelah menabraki pejalan kaki di Las Ramblas. (AP PHOTO)

MANADOPOST- Pencarian Younes Abouyaaqoub berakhir. Pelaku terakhir teror Barcelona yang sedang diburu polisi ditembak mati pada Senin (21/8) malam waktu setempat. Dia berhasil dipojokkan polisi bersenjata saat mengenakan rompi bunuh diri palsu.

Polisi mengatakan bahwa mereka sekarang bisa sedikit lega karena telah menangkap semua anggota komplotan pelaku teror memilukan di Barcelona tersebut. ”Kami menetapkan 12 tersangka dan semuanya sekarang tewas atau ditahan,” kata kepala polisi Spanyol Josep Lluís Trapero.

Abouyaaqoub terbunuh di sebuah kota yang berjarak 30 mil sebelah barat Barcelona. Eksekusi Abouyaaqoub berlangsung empat hari setelah dia mengendarai sebuah van di sepanjang jalan raya turis Las Ramblas yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 130 orang.

Polisi mengatakan Abouyaaqoub meneriakkan Allahu Akbar sebelum dia ditembak mati di luar Subirats. Polisi berhasil menemukannya berdasarkan informasi dari warga lokal yang yakin telah melihatnya.

Lima anggota komplotan lain, termasuk saudara laki-laki Abouyaaqoub, Houssaine - ditembak mati oleh polisi di kota pesisir Cambrils awal Jumat lalu. Mereka juga memakai rompi bunuh diri palsu.

Sebelumnya, seperti dilansir Jawa Pos, pemerintah Spayol mengirimkan notifikasi secara resmi ke kepolisian Eropa agar ikut memburu pelaku. Kepolisian Spanyol memperingatkan bahwa Abouyaaqoub sangat berbahaya dan diduga bersenjata.

Bahkan diketahui, setelah menabrak para pejalan kaki, Abouyaaqoub membajak mobil dan membunuh pengemudinya. Dia juga menabrak penutup jalan yang dipasang polisi. ’’Sangat mungkin pencarian dilakukan di seluruh negara Eropa,’’ ujar Menteri Dalam Negeri Wilayah Otonomi Khusus Catalunya Joaquim Forn kemarin (21/8).

Mereka merilis empat foto pemuda 22 tahun itu untuk mempermudah pencarian. Dalam foto-foto itu, tampak Abouyaaqoub berambut pendek. Versi polisi, tingginya sekitar 180 cm.

Selain foto, mereka mengungkap fakta-fakta baru terkait dengan serangan brutal di jantung Catalunya tersebut. Setelah menabrak para pejalan kaki di Las Ramblas, Kamis (17/8), Abouyaaqoub melarikan diri dengan mengambil mobil Ford Focus yang diparkir di pinggir jalan.

Pemilik mobil itu, Pau Perez, ditusuk hingga tewas. Teroris sadis tersebut lantas mengendarai mobil
tersebut dan menabrakkannya ke pos polisi di luar Barcelona. Abouyaaqoub kembali berhasil melarikan diri. Hanya ditemukan jasad Perez di dalam mobil.

Pria 34 tahun itu menjadi korban ke-15. Perinciannya, 13 korban tewas di Las Ramblas, satu orang dalam serangan serupa di Cambrils, dan terakhir Perez. Sembilan di antara 120 korban luka di Las Ramblas juga masih berkondisi kritis. Sangat mungkin korban akan bertambah.

Abouyaaqoub merupakan satu-satunya pelaku yang berhasil melarikan diri. Sebanyak 11 pelaku lain ditangkap maupun tewas.

Salah satu pelaku yang tewas adalah Abdelbaki Es Satty. Pria 40 tahun yang disebut sebagai pemuka agama itu sempat dilaporkan hilang dua hari sebelum serangan di Barcelona. Dia ditengarai menjadi dalang yang meradikalkan para pelaku.

Satty pernah dipenjara sekali dan pernah berhubungan dengan tersangka yang didakwa ingin melakukan tindak terorisme. Dia sempat tinggal di Machelen, Belgia, Januari–Maret 2016. Setelah diselidiki, ternyata salah satu korban tewas dalam ledakan rumah di Alcanar pada Rabu (16/8) itu adalah Satty.

Trapero menegaskan, mereka berani mengumumkan karena kini polisi memiliki bukti kuat bahwa itu benar-benar jasad Satty. Mereka yakin saat itu Satty menyiapkan bahan peledak untuk melakukan aksi sadisnya. Apa daya, bahan berbahaya tersebut justru meledak duluan dan menewaskan dua pelaku. Ada 120 tabung gas butana yang ditemukan di rumah yang meledak itu.

Menurut keluarganya, Abouyaaqoub menjadi sangat religius sejak tahun lalu. Saat pulang ke Maroko Maret lalu, dia menolak berjabat tangan dengan perempuan. Padahal, dulu dia tidak sekonservatif itu. Abouyaaqoub tak radikal sendirian. Dia mengajak saudaranya, El Houssaine, dan dua sepupunya, Mohamed serta Omar Hychami. Mereka bertiga termasuk pelaku yang tewas ditembak mati di
Cambrils. Mereka semua berasal dari Kota Mrirt, Maroko.

’’Selama dua tahun ini Younes Abouyaaqoub dan Houssaine diradikalisasi oleh imam (Satty) itu,’’ ujar kakek Abouyaaqoub kepada kantor berita AFP.

Otoritas Spanyol terus meningkatkan pengecekan di perbatasan demi menangkap Abouyaaqoub. Mereka juga menggeledah beberapa rumah lagi di Ripoll kemarin. Mayoritas pelaku tinggal di Ripoll selama berada di Spanyol. Para pemimpin partai politik di Spanyol juga bertemu untuk meninjau ulang pengamanan. Namun, belum ada keputusan yang dihasilkan.

(tia/Reuters/AFP/The guardian/JPC)

Kirim Komentar