21 Agu 2017 08:04
Bendera Indonesia Terbalik di Sea Games 2017

Tak Cukup Minta Maaf!

MyPassion

HUBUNGAN Indonesia-Malaysia kembali tegang. Gambar bendera merah putih terbalik di Majalah Souvenir spesial yang diedarkan Masoc (Panitia penyelenggara SEA Games 2017), memanaskan hubungan. Sebab, selama ini ada banyak pandangan salah satu bangsa yang paling tidak disukai orang Indonesia adalah Malaysia. Itu merujuk pada persoalan-persoalan yang timbul dari dua negara. Tak cukup hanya minta maaf.

 

“Memanaskan hubungan sensitif Indonesia dan Malaysia. Malaysia kelihatan arogan,” ujar peneliti hubungan internasional Evi Fitriani. Akademisi Universitas Indonesia itu menyebutkan kemerdekaan Indonesia dan semua simbol negara diraih dengan darah dan air mata para pejuang. Beda dengan Malaysia yang mendapatkan kemerdekaan hadiah dari Inggris.

Dia sendiri pernah punya pengalaman pribadi yang kurang mengenakan terhadap otoritas Malaysia sekitar tiga tahun lalu. Yakni pada saat pekerja migran Indonesia yang akan menyeberang dari Nunukan ke Tawau, Malaysia. Antrean imigrasi begitu sempit dan hampir tidak layak. ”Seperti ikan sarden saja, untung saya ditarik salah satu orang Konjen Indonesia sehingga bisa keluar dari antrean itu,” imbuh dia.

Dia mencatat sebelumnya juga pernah ada kasus dalam dunia olah raga yang memanaskan hubungan Indonesia-Malaysia. Yakni, insiden pemukulan terhadap wasit Karate Internasional asal Indonesia oleh empat polisi Malaysia. “Kalau mereka tangkap orang Indonesia selalu perlakuannya kurang respek,” tambah dia. 

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Al Masyhari mengatakan, terbaliknya bendera Indonesia di buku panduan SEA Games 2017 merupakan kesalahan serius. Persoalan itu tidak boleh dianggap enteng, karena berkaitan simbol negara. “Walaupun mungkin tidak disengaja. Tapi, ini kesalahan fatal,” terang Abdul, kepada Jawa Pos (Manado Post Group), (20/8), kemarin. 

Menurut dia, tak cukup permintaan maaf. Olehnya, setelah Pemerintah Malaysia menyampaikan permintaan maaf, sebuah benda yang terdapat bendera Indonesia yang terbalik harus ditarik. Baik buku panduan, merchandise, dan barang lainnya. Panitia bisa secepatnya menarik kembali, sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman dan segera diganti yang baru.

Politikus PKS itu mengatakan, dia masih heran kenapa masalah itu sampai terjadi. Padahal, tutur dia, dalam kepanitiaan iven internasional ada perwakilan dari Indonesia. Kenapa mereka tidak mengeceknya secara detail sebelum buku panduan itu dibagikan. 

“Panitia dari Indonesia harus diperiksa, kenapa masalah itu sampai muncul,” tegas legislator asal Dapil Jawa Tengah V itu.

Terbaliknya bendera negara dalam iven penting itu tidak boleh terulang lagi. Masalah tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak. Terutama pihak panitia. Jika Indonesia menjadi tuan rumah dalam iven bergengsi, jangan sampai tidak kesalahan yang sama.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menuturkan sangat menyesalkan insiden bendera merah putih yang tercetak terbalik di buku acara pembukaan SEA Games, Sabtu (19/8) itu. Tapi, dia berharap persoalan itu tidak sampai membesar. “Tapi tidak usah dibesar-besarkan,” ujar Jokowi usai penyerahan sertfikat tanah di Jabodetabek, Minggu (20/8), kemarin.

Dia pun menuturkan pemerintah Malaysia harus meminta maaf atas insiden itu. Indonesia pun menunggu itikad baik tersebut. “Karena ini menyangkut sebuah kebanggaan nasionalisme dari bangsa kita Indonesia. Saya kira, nanti kita menunggu permintaan maaf resmi,” tambah dia.

Diketahui, Opening ceremony SEA Games 2017 menyisakan polemik. Ini setelah muncul kasus bendera Merah Putih yang tercetak terbalik di Majalah Souvenir spesial yang diedarkan Masoc (Panitia penyelenggara SEA Games 2017).

Tak cukup sampai di situ, di dalam majalah yang  diederkan secara bebas menjelang upacara pembukaan di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia Sabtu malam lalu (19/8) juga memuat informasi salah cukup fatal. Pada halaman 40, ada kesalahan bendera yang melibatkan Indonesia.

Informasi klasemen umum SEA Games Indonesia 2011 lalu tercetak nama Indonesia dengan raihan 182 emas, 151 perak dan 145 perunggu. Namun, bendera yang berada di samping nama Indonesia adalah bendera Thailand. Sebaliknya Bendera Indonesia ditempatkan di samping nama Thailand pada klasemen umum.

Insiden tersebut sempat membuat situasi memanas. Bahkan Menpora Imam Nahrawi pun mencuit di akun Twitter-nya sesaat setelah acara berlangsung. Pemerintah Malaysia merespon cepat agar kasus tersebut tidak meluas. 

Bertempat di Hotel Shangrri-La Kuala Lumpur, Imam didampingi Erick Thohir (Ketua KOI) dan Aziz Syamsuddin (CdM Indonesia) melakukan pertemuan dengan Menpora Malaysia, Khairy Jamaluddin (KJ). Hasilnya, permintaan maaf secara lisan dan tertulis disampaikan pria yang karib disapa KJ tersebut.  

“Ini suatu kesalahan yang besar dan saya sebagai pihak tuan rumah telah memohon maaf kepada Pak Imam selaku menpora dan memohon maaf pada seluruh rakyat Indonesia,” beber KJ. Di tempat yang sama, Imam mengatakan bahwa peristiwa tersebut  menyisakan pelajaran besar.

Terlebih Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk Asian Games 2018 mendatang. “Kita ingin beri yang terbaik, hati harus lapang dan luas apalagi dalam mengukuhkan persahabatan kita,” ujarnya. (jpg/vip)

Kirim Komentar