21 Agu 2017 14:09

Eks Oknum Kadis Belum Ditahan

MyPassion

KOTAMOBAGU—Putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) terhadap mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kotamobagu Hardi Mokodompit, sudah turun. Namun, hingga kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu belum melakukan eksekusi.

 

Terkait hal ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu Dasplin menjelaskan, jika pihaknya belum menerima salinan putusan dari MA. “Sehingga eksekusi (penahanan) belum dapat dilakukan. Karena setahu saya belum ada nama itu yang masuk (Hardi),” kata Dasplin, saat dimintai tanggapan harian ini, pekan lalu.

Belum masuknya salinan putusan MA soal putusan Hardi ke Kejari, berbanding terbalik dengan yang dilakukan Badan Kepegawaian Negara (BKN). BKN sudah menerima pemberitahuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) atas putusan MA, dan menjadikan putusan itu sebagai dasar pemecatan Hardi sebagai PNS. “Yang jelas nama itu belum masuk. Jika nama Hardi Mokodompit sudah kami terima, maka saat itu juga akan langsung dieksekusi. Tidak akan ditunda-tunda,” tegasnya.

Sebelumnya, Hardi Mokodompit sudah mengundurkan diri sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kotamobagu. Namun, belakangan terungkap, ternyata pemkot telah menerima surat dari BKN soal pemecatan Hardi sebagai PNS, karena pernah terlibat kasus pemalsuan daftar khusus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kotamobagu tahun 2009.

Saat itu, Hardi masih menjabat Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan. Akibat kasus tersebut, Wali Kota Ir Tatong Bara me-warning seluruh pegawai di lingkup Pemkot Kotamobagu, agar jangan terjebak dengan kasus hukum. “Harus lebih tertib dan disiplin. Agar tak ada lagi kasus seperti ini,” singkat Tatong.(yan/gnr)

Komentar
Kirim Komentar