17 Agu 2017 14:34
Peralatan Tak Berfungsi, Retribusi Terus Ditagih

Pengujian Kendaraan Hanya Main Sulap

MyPassion

BITUNG—Pengujian kendaraan bermotor di Bitung seperti hanya main sulap. Pasalnya, sesuai dengan peraturan pemerintah seharusnya ada 13 item yang disediakan di lokasi pengujian kendaraan. Namun kenyataanya tidak seperti itu. Hal ini ditegaskan aktivis Bitung, Petrus Rumbayan, kemarin (16/8).

 

Menurutnya, karena telah diatur dalam PP Nomor 55 tahun 2012 tentang Kendaraan Bab 1 Poin 9. Di situ dijelaskan kewajiban bagi daerah untuk melakukan pengujian kendaraan angkutan. “Termasuk kewajiban penyedian alat uji sebanyak 13 item. Tapi yang terjadi di Bitung, dari 13 item yang diwajibkan, hanya ada empat alat yang ada. Itupun tidak digunakan karena tidak pernah kalibrasi atau dibersihkan kembali. Alasannya tidak ada anggaran untuk membiayai peralatan tersebut,” kritiknya.

Lanjut Rumbayan, ini adalah bentuk penyimpangan dan kebohongan publik. Karena pada kenyataanya retribusi tetap diberikan masyarakat untuk pengujian kendaraan. “Sedangkan pengujian hanya dilakukan secara manual atau dengan kasat mata. Bukan dengan alat sesuai aturan. Kalau begitu jika tidak ada alat pengujian, maka pengadaan dan pembiayaan pungutan seharusnya ditiadakan," bebernya.

Malahan dia menilai, resiko keselamatan masyarakat terancam jika diuji bukan dengan alat yang tepat. "Karena pengujian tidak dilakukan sesuai prosedur yang ada," katanya.

Terpisah, Roland Kemur, Penguji Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Bitung membenarkan hal tersebut. Menurutnya pengujian memang hanya dilakukan secara kasat mata. "Karena alat yang ada tidak bisa digunakan, karena belum dikalibrasi," ungkapnya.

Dia malah mengeluh jika ada protes dari masyarakat pemilik kendaraan, yang disalahkan pihak penguji. “Sementara kami hanya mengikuti prosedur dari atasan dengan alat yang masih berfungsi. Bagaimana kami mau mengoptimalkan kerja sedangkan sarananya tidak bisa difungsikan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Bitung Vicky Sangkaeng ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk memperbaiki atau mengkalibrasi alat tersebut membutuhkan dana besar. “Sebelum saya menjabat, Kepala Dinas Perhubungan lalu sudah membuat surat permohonan dana, tetapi sampai sekarang belum ada respon dari pemerintah.  Sementara dari dinas tidak mempunyai dana. Bagaimana alat-alat tersebut akan diberbaiki jika dana tidak ada," katanya. (ctr-12/can)

Komentar
  • MyPassion


    21 Agu 2017 07:18

Kirim Komentar