17 Agu 2017 14:21

Banjir dan Longsor Hantam Bolsel

MyPassion

BOLAANG UKI – Tiga kecamatan di Kabupaten Bolsel terkena banjir dan longsor. Hujan deras yang mengguyur sejak Senin (14/8), sampai Selasa (15/8), membuat akses jalan lumpuh total. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yamin Ismail, melalui Sekretaris BPBD Suardi Paputungan, Rabu(16/8) kemarin.

Dijelaskannya, tiga kecamatan yang terkena banjir adalah Kecamatan Pinolosian, Pinolosian Tengah, dan Pinolosian Timur. Dari hasil laporan, ada sekitar 11 desa yang tergolong parah. “Karena meluapnya sungai, menyebabkan air masuk dalam rumah-rumah warga contoh seperti di Desa Mataindo. Sebab belum semua pinggiran sungai di pasang talud. Maka saat hujan deras, air masuk ke pemukiman. Tinggi air 1-1,5 meter dan itu terus bertambah sampai Rabu dini hari," ujar Paputungan.

Lanjutnya, untuk titik-titik longsor berada pada Desa Mataindo dan Desa Lungkap, Desa Torosik dan Desa Deaga, serta antara Desa Deaga dan Desa Tobayagan. “Longsor di semua desa itu ada 15 titik. Jalan menjadi lumpuh total karena derasnya air dan longsor membuat jalan tidak bisa dilalui,” ujarnya.

“Namun dibantu warga, pagi tadi (kemarin,red) kami berhasil menyingkirkan batu dan tanah yang menutupi jalan. Air juga sudah mulai mengering. Hanya saja di pemukiman warga, air tetap masih menggenangi," ucapnya.

Sementara itu, Kasubid Tanggap Darurat Nurdin Patadjenu menuturkan, bersana tim dirinya akan kembali ke desa-desa untuk membagikan alat Alkon delapan unit kepada warga. "Tim saya sudah di tempat kejadian dan rolling dengan tim yang lain subuh tadi. Pagi ini kami kembali turun untuk membawa bantuan. Kita lihat desa-desa yang paling parah untuk dibagikan Alkon ini. Agar mereka bisa membersihkan sumur masing-masing supaya bisa mendapatkan air bersih," tukas Nurdin.

Dikatakan Nurdin, dalam waktu dekat BPBD Bolsel akan memberikan bantuan kepada desa-desa yang terkena banjir. "Rencananya sehabis upacara bendera esok, kami akan memberikan bantuan sembilan bahan pokok kepada warga. Kami juga sudah menyurat ke BNPB provinsi serta Basarnas untuk meminta bantuan," terangnya.

Wabub Iskandar Kamaru, yang mendengar kabar tersebut, langsung turun ke lokasi kejadian. Ditemani Kapolsek Pinolosian, Kamaru meninjau rumah warga yang tergenang air. "Iyah, semalam saya langsung ke Desa Linawan dan Desa Tolotoyon. Kemudian lanjut ke Kecamatan Pinolodian Tengah. Bersama aparat desa dan BPBD, kami melakukan evakuasi hingga pukul 04.00 dini hari," tutur Kamaru.

Dijelaskannya, tiga kecamatan ini merupakan langganan banjir setiap tahun. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tadi juga saya sudah menanyakan kepada BPBD berapa KK yang terkena banjir. Namun sampai saat in,i mereka masih mendata para warga. Tapi menurut laporan, yang paling parah itu di Desa Mataindo dan Desa Tobayagan. (tr-04/ite)

Kirim Komentar