16 Agu 2017 09:19

Ternyata Kedekatan OD-Megawati Berawal Dari Bunga dan Benih Padi

MyPassion
PRESIDEN ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri dipandu Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat pembukaan Raimuna Nasional XI Pramuka di Bumi Perkemahan Cibubur, kemarin (14/8).

Foto Gubernur Olly Dondokambey (OD) memegang tangan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di hari Pramuka, Senin (14/8) lalu, jadi trending topic. Bagaimana Mega dan OD menjadi sangat dekat? Ini cerita OD kepada dua wartawan Manado Post, Marlon Sumaraw dan Tommy Waworundeng.

 

SORE itu OD sibuk mengawasi pekerjaan pembuatan kandang kura-kura di sekitar rumah pribadinya, Desa Kolongan, Minahasa Utara. Orang nomor satu di Sulut ini terjun langsung memandu penyelesaian pekerjaan. "Saya lagi tunggu kiriman kura-kura Afrika pemberian teman di Jakarta. Akan tiba sore ini. Ada empat ekor. Dua ekor diberikan ke Ibu Mega dan duanya lagi untuk saya," kata OD menyambut koran ini.

Saat itu, OD hanya memakai celana pendek, kaos oblong dan sandal jepit. Kontras. Nyata terlihat OD seperti petani tulen Kolongan.

Sembari menunggu kura-kura tiba, OD  berbagi ilmu. Diselingi senda gurau, OD menceritakan perjalanan politiknya dan awal kedekatan dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoutri. "Saya banyak belajar dari almarhum Eric Samola (Pendiri Jawa Pos Grup/Manado Post) dan Paul Samola," katanya.

Tangan dingin Eric Samola berbisnis serta kiprahnya di pentas politik Indonesia, membuat OD terinspirasi. OD pun mengikuti jejak Eric ke Jakarta. Kurang lebih 20 tahun, OD membangun jaringan di ibukota.

Begitu orde baru tumbang yang diwarnai lahirnya PDI Perjuangan, OD tampil di blantika perpolitikan tanah air.

Pada Pemilu 1999, OD calon anggota DPR RI PDI Perjuangan daerah pemilihan Sulut. Kala itu OD tidak terpilih alias gagal melenggang ke Senayan. "Saya akui belum populer dan belum banyak berbuat pada waktu itu," kisahnya.

Sebagai kader partai, OD menjadikan kegagalan sebagai pelajaran. Dia makin aktif dalam kegiatan PDI-P. Hanya saja, OD masih dipandang sebelah mata. Di banyak kesempatan, OD justru hanya bisa melongo menyaksikan Mega duduk semeja dengan beberapa politisi PDI-P. Mega dikelilingi nama beken sekelas Sabam Sirait, Theo Syafei, Jacob Nuwa Wea, Soetardjo Soerjogoeritno, dll. "Dalam hati kecil, saya bertanya kapan ya bisa duduk seperti mereka bersama ibu Mega," OD memelas.

Suatu ketika peluang itu datang. PDI-P sebagai partainya wong cilik memprogramkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan di bidang pertanian. Baik petani bunga hingga persawahan.

Dalam sebuah rapat, Mega menugaskan OD. Dia pun bergerak cepat penuh semangat. OD menjalin kerjasama dengan banyak koperasi, BUMN, hingga perguruan tinggi. "Saya mengajukan proposal ke BUMN, masuk keluar kampus dan lahirlah benih padi yang saya namakan MSP," kenangnya.

Benih MSP, singkatan Megawati Soekarnoputri, sangat membantu petani. Sebab hasil panen mereka berlipat ganda.

OD tampak tersenyum dan tertawa mengenang keberhasilan program partai ini. Sebab lewat prestasi atas penugasan ini, di situlah dia sukses mencuri perhatian Mega. Saban kunjungan Mega ke daerah, OD diboyong dan membagikan benih unggul MSP.

Sejak saat itu, setiap kali DPP PDI-P membuat program, OD selalu dicari Mega. Semua pekerjaan partai, diselesaikannya. Bahkan melampaui harapan alias dikategorikan berprestasi.

Hebatnya lagi, OD memperlihatkan kader partai sejati yang loyal dan patuh. Begini ceritanya. Mendekati Pemilu 2004, OD dipanggil Mega yang didampingi Theo Syafei membicarakan penyusunan daftar calon legislatif. "Ibu Mega tanya ke saya, Olly berapa kursi PDI-P di Sulut? Saya jawab optimis dua kursi. Padahal yang aman satu kursi. Langsung waktu itu saya diplot di nomor urut dua. Nomor urut satu, harus jenderal. Begitu strategi yang diambil partai," tukasnya.

OD mendapat tugas menghubungi sejumlah pensiunan jenderal asal Sulut. Jelang deadline, tak satupun jenderal yang bersedia.

PDI-P tidak punya pilihan lagi. OD pun naik ke daftar caleg urutan 1 dan mengantarkannya pertama kali duduk di Senayan pada 2004.

Dua poin penting patut diberi tinta emas. Pertama, cetak prestasi dalam setiap penugasan. Dan kedua, loyal serta patuh terhadap apapun keputusan partai. Inilah yang membuat OD sukses merebut hati Mega. Bahkan dipercaya mengelola keuangan partai sebagai Bendahara Umum DPP PDI-P hingga saat ini.

Di Sulut, OD sukses mengantarkan PDI-P pertama kali memenangkan Pemilu pada 2014. Dan merebut kepala daerah di beberapa kabupaten/kota.

Saking dipercayanya OD di mata Mega, saat musim Pilkada 2015 lalu, dia satu-satunya calon gubernur PDI-P yang tanpa melalui Fit and Proper Test. Bahkan diberi kewenangan penuh memilih sendiri papan dua.

Hampir malam, kiriman Kura-kura akhirnya tiba. OD pun turut serta bersama para tukang menurunkan dua ekor kura-kura yang besarnya mirip Tuturuga atau Penyu. (*)

12
Komentar
  • MyPassion

    Effendy iskandar
    22 Agu 2017 14:48

    Sosok OD, patut di Contoh... lahir dari keluarga petani, berkat kemauan dan kerja keras akhirnya Sukses menyambut gemilang, Sulut Hebat :-)
Kirim Komentar