16 Agu 2017 08:27

Minus Ezra, Garuda Muda Nyaris Kalah

MyPassion
PENYELAMAT: Septian David pencetak satu-satunya gol Indonesia.

FANS Ezra Walian harus bersabar. Masa latihan singkat, membuat striker U-22 Timnas Indonesia harus rela duduk di bangku cadangan, kemarin. Diketahui, striker naturalisasi ini, baru bergabung bersama timnas, Kamis (10/7). Dia baru latihan sebanyak tiga kali bersama pasukan Luis Milla. Jumat (11/8), latihan di Lapangan SPH, Karawaci, Tangerang. Lalu, putra Tomohon ini, dua kali latihan selama di Malaysia pada 13 Agustus dan 14 Agustus. Proses adaptasi jadi pertimbangan.

"Ezra sudah mampu beradaptasi dengan tim," kata Asisten Pelatih Bima Sakti, sehari sebelum laga. “Saya rasa, Milla (pelatih timnas Indonesia, red) akan sangat tahu kapan memasukkan Ezra Walian. Apakah sebagai starter, atau babak kedua. Milla tentu mengamati kebersamaan Ezra dengan tim," tambah eks pelatih Timnas Indonesia Rahmad Darmawan, yang kini melatih T-Team FC di Malaysia.

Ketidakhadiran Ezra, Garuda Muda-julukan Timnas U-22 harus kembali menuai hasil imbang (1-1), di pentas Sea Games 2017. Hasil tersebut dianggap pelatih Luis Milla sebagai awal buruk.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Shah Alam, Selangor Malaysia itu, Garuda Muda menerapkan skema yang diprediksi sebelumnya. Keberadaan Ricky Fajrin di lini bertahan menjadi salah satu solusi terbaik setelah Bagas Adi Nugroho mengalami cedera dan harus absen dari multievent dua tahunan ini.

            Thailand yang lebih dijagokan memang tampil menekan sejak menit pertama. Dikomandoi kapten tim, Chenrop Samphaodi Thailand langsung menggebrak dengan gol cepat via gelandang Chaiyawat Buran pada menit ke-14. Pemain bernomor punggung 10 itu berdiri bebas tanpa pengawalan di sisi kanan pertahanan Indonesia.

            Situasi tersebut membuat Indonesia tertekan. Namun, lini depan Indonesia seakan tak mampu melakukan perlawanan. Gap para gelandang dengan striker Marinus Mariyanto Wanewar yang terlalu jauh membuat sejumlah kesempatan menyerang juga mentok.

            Terlebih lagi, Marinus selalu mendapatkan penjagaan ketat para pemain bertahan Negeri Gajah Putih-julukan Thailand. Tetapi, angin berbalik ke arah Thailand. Penetrasi Osvaldo Haay dari sisi kiri pertahanan Thailand membuat bek Thailand menjatuhkan winger muda Persipura pada menit ke-60.

            Wang Di, wasit asal Tiongkok yang memimpin laga tersebut memberikan hadiah penalti buat Indonesia. Septian David Maulana yang menjadi eksekutor mengkonversi kesempatan tersebut berbuah gol.

“Hasil yang bagus, karena kami bermain melawan tim terkuat di grup B,” kata Milla dalam sesi jumpa pers. Sikap inferior tersebut rupanya menjadi catatan penting yang hendak diubah pelatih asal Spanyol tersebut. Apalagi dengan potensi dan kemampuan para pemain Timnas U-22 saat ini rencana tersebut cukup realistis.

            Pada kesempatan tersebut, Milla memang melihat Thailand memang punya mumpuni. “Thailand tim kuat, winger mereka cukup cepat, khususnya kapten mereka (Chenrop, Red) dalam top performa dia,” sebutnya.

            Di tempat yang sama, Worrawoot Srimaka, pelatih Thailand sekali lagi memilih absen dalam jumpa pers. Posisi dia kembali digantikan Watanya Wongopasi, manajer timnas Thailand. Sikap Worrawoot tersebut menjadi pertanyaan sejumlah awak media.

            “Atas penalti dan gol balasan yang terjadi, seharusnya kami gak kalah,” katanya. Meskipun demikian, laga berikutnya melawan Timor Leste bakal menjadi momentum pembuktian. “Selanjutnya kami harus memenangkan sisa pertandingan di grup B,” sambung wanita berparas cantik itu. (berbagai sumber/vip)

Kirim Komentar