15 Agu 2017 13:22
DPRD Panggil Hearing

Akibat PHK Sepihak, Buruh PT Agro Mogok Kerja

MyPassion

BITUNG—Protes buruh kerja kembali terjadi di Bitung. Kali ini oleh buruh di PT Agro Makmur Raya (AMR). Mereka menggelar aksi mogo kerja dan orasi di depan perusahaan, Senin (14/8) kemarin.

Menurut salah satu peserta aksi, hal tersebut sebagai bentuk solidaritas antar sesama pekerja. Karena mereka juga tidak terima teman-temannya di PHK sepihak perusahaan.  “Mereka diberhentikan secara tidak hormat oleh pihak perusahaan. Dalam proses mediasi pihak perusahaan juga tidak mengindahkan atau menanggapi serius tuntutan,” ujar Ketua Federasi Serikat Buruh (FSB) Makanan, Minuman, Pariwisata dan Hotel (Kamiparho) KSBSI Bitung Hendra Sikki.

Lanjutnya, alasan PHK tidak manusiawi karena korban punya alasan mendasar. “Rekan kami tidak masuk kerja kurang lebih seminggu karena sakit dan memiliki surat keterangan dokter yang sudah diberikan ke pihak perusahaan. Akan tetapi, pihak perusahaan beralasan rekan kami tidak ada pemberitahuaan kepada perusahaan," ucap Hendra.

Dalam aksi mogok kerja itu, lanjut Hendra, dia masih menunggu itikad baik dari perusahaan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Jika rekan kami memang harus diberhentikan tidak masalah. Asalkan berikan haknya yakni pesangon. Pesagon harus diberikan sesuai dengan ketentuan undang-undang tenaga kerja. Jangan hanya asal diberhentikan kemudian masalah selesai," terangnya.

Hendra menambahkan, aksi mogok kerja ini akan berlangsung selama seminggu sesuai dengan surat yang sudah diberikan kepada manajemen perusahaan. "Kita sudah layangkan surat ke pihak manajemen perusahaan terkait aksi demo ini. Kita akan terus menuntut keadilan bagi orang kecil yang selalu ditindas," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bitung Laurensius Supit mendengar kabar PHK sepihak tersebut ikut mengecam. "Jika benar di PHK sepihak saya mengecam keras tindakan bodoh itu. Saya akan panggil hearing PT AMR dan buruh untuk mendengar langsung apa dan bagaiamana permasalahan tersebut," tegas Supit.

Sayangnya dalam aksi mogok kerja tersebut, pihak PT AMR tidak merespon ataupun menemui para buruh. Upaya konfirmasi juga belum berhasil hingga berita ini diturunkan. (mpg/can)

Kirim Komentar