14 Agu 2017 13:38

Sampai Jumpa TIFF 2018

MyPassion
HIDUP RUKUN: Wali Kota Tomohon Jimmy Eman (tengah) bersama Ketua Panitia Lomba PS Miky Wenur (kelima dari kanan) bersama tim qasidah kaum ibu Masjid Al-Mujahidin Matani Tomohon, di kompleks halaman kantor Rindam, pekan lalu.

TOMOHON— Sampai jumpa di Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2018. Ya, rangkaian acara TIFF 2017 berakhir Sabtu (12/8), di Kompleks Rindam Kakaskasen. Iven bertajuk Seven Wonders itu, berlangsung sejak Minggu (6/8) lalu. Sebanyak lima iven dan empat side ivent digelar Pemerintah Kota bersama masyarakat Tomohon. 

 

Diawali pengucapan syukur, tanda dibukanya TIFF. Sejak hari itu, Kota Bunga (julukan Tomohon) tak pernah sepi. “Terima kasih atas dukungan dan doa warga Kota Tomohon sehingga TIFF 2017 bisa sukses,” ungkap Wali Kota Tomohon Jimmy Eman.

Diketahui, selain parade kendaraan hias, rekor MURI kategori Nasi Jaha Terpanjang, membuat TIFF 2017 berbeda. Sepanjang 12,132 Km nasi jaha tersusun mengalahkan rekor Ternate 10 Km. Pembuatannya melibatkan elemen masyarakat hingga tingkat lingkungan. Tercatat sebanyak 337 lingkungan dari 44 kelurahan. Setiap lingkungan menyediakan 60 bambu nasi jaha. Artinya, terdapat 20.220 bambu nasi jaha. Sebuah bambu nasi jaha diukur sepanjang 60 Cm. Dengan demikian, 20.260 nasi jaha mendapatkan panjang berukuran 1.213.200 Cm atau 12,213 Km. 

Ada juga lomba paduan suara kebersamaan Pelsus GMIM dan antar denominasi agama se- Kota Tomohon. Lomba PS di pusat pameran TIFF kompleks halaman kantor Rindam XIII/Merdeka. Menariknya, kegiatan ini diawali persembahan kesenian muslim. Seperti qasidah kaum ibu dan tarian kreasi remaja putri Masjid Al-Mujahidin Matani Tomohon, hingga kelompok pemuda Masjid Nurul Iman Kampung Jawa Tomohon. Tak ketinggalan, nyanyian pujian jajaran Pemkot bersama para tokoh agama dipandu Wali Kota Tomohon Jimmy Eman. "Suasana yang tercipta saat ini, bukan hanya sekedar berlomba. Akan tetapi memiliki makna lebih menumbuhkan nilai kerukunan yang sangat tinggi dalam keberagaman agama dan golongan,” beber Eman

Ditegaskannya, kerukunan di Kota Tomohon yang tercipta sangat mahal. Bahkan, tidak ternilai harganya. Telah terbukti, dengan adanya pengakuan dari berbagai pihak. “Tomohon memberi contoh dapat hidup rukun dalam keragaman agama yang ada, sehingga memperoleh penghargaan Harmony Award dari Kementerian Agama RI,” paparnya.

"Yang terpenting, kita harus saling menjaga supaya tidak ada ketersinggungan, dan keberagaman yang ada hendaklah kita terus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dalam lingkungan kita masing-masing," tambah Ketua Panitia Lomba PS Ir Miky Wenur. “Marilah kita terus bergandengan tangan hidup rukun dan damai,” kunci Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, yang juga ketua panitia TIFF 2017. (ctr-25/vip)

12
Kirim Komentar