10 Agu 2017 07:43
Instruksi Kapolri, Diproses Hukum

Hebohhh!!Diduga Pesta Sabu Bersama Seorang Pria, Legislator Minsel Tersangka

MyPassion
TAK BERKUTIK: RL alias Rosemarry diperiksa saat menjalani proses assessment di BNN Provinsi Sulut. Foto: Dok Petugas

MANADO—Heboh. Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) di Sulut, tersandung lagi kasus Narkoba. Wajah RL alias Roosmerry (38), oknum legislator Minsel, tampak tegang. Wanita cantik ini diperiksa BNN Sulut, kemarin. Roosmerry tampak hanya menggunakan kaos oblong putih, dengan celana pendek hitam selutut. Sepatu berwarna merah turut menghiasi kaki panjang wanita berambut sebahu ini.

Pun, tas hitam dibawa. Politisi Gerindra itu, ditemani teman pria JL alias Jhon yang ditangkap Direktorat Reserse Anti Narkoba Polda Sulut, belum lama ini. Berbeda dengan Roosmerry, pria berambut putih ini tampak santai, sembari berbincang dengan seorang pria di sampingnya. Keduanya pun tampak menjalani pemeriksaan di salah satu ruangan BNN Sulut.

Informasi dihimpun Manado Post, Rabu (9/8) kemarin, status hukum Roosmerry sudah menjadi tersangka, sejak ditangkap Sabtu (5/8), pekan lalu. Penetapan tersangka sesuai surat perintah penyidikan: SP.Sidik/VIII/2017/Ditresnarkoba tertanggal 7 Agustus. Setelah sebelumnya, dirinya diproses berdasarkan laporan polisi nomor: LP/VIII/2017/Ditresnarkoba 7 Agustus.

Diketahui, Roosmerry waktu ditangkap tak sendiri. Seorang teman pria inisial JL alias Jhon ikut diciduk. Keduanya diketahui petugas, diduga menggunakan sabu-sabu di dua lokasi berbeda, sebelum penangkapan. Pertama di sekitaran Jalan Raya Tanawangko sekira pukul 22.30 Wita. Berlanjut di apartemen di Kawasan Boulevard, Jalan Piere Tendean, Manado.

Tepatnya kamar nomor 705. Mereka digrebek bersamaan di dalam kamar. Bahkan, sejumlah barang bukti sabu-sabu terinformasi ikut disita petugas. Informasi lain menyebutkan, keduanya sementara menjalani assessment (pemeriksaan kondisi penyalahguna, red) di BNN Sulut.

Saat dikonfirmasi, Kepala BNN Sulut Brigjen Pol Charles Ngili tak menampik. Saat ini, ada dua orang yang akan menjalani assessment. “BNN melakukan assessment. Nanti hasilnya diberikan kepada penyidik,” kata Ngili, kemarin.

Menurut mantan Wakapolda Sulut ini, terserah penyidik Polda, apakah mereka terlibat jaringan, jadi tersangka, korban, proses hukum, atau direhab. “Kalau rehab diserahkan ke BNN. Sekarang masih tanggungjawab penyidik Polda. Dari dua yang ditangkap, nantinya siapa yang direhab dan diproses hukum, itu urusannya Polda,” tandasnya.

Namun, pernyataan berbeda didapat harian ini dari penyidik Ditnarkoba Polda Sulut. Saat coba dikonfirmasi kemarin sore, kepada harian ini, salah satu penyidik yang enggan menyebutkan identitasnya mengatakan, perkembangan kasus ditanya ke BNN Sulut. Namun, sebelumnya, dirinya tampak kebingungan. Ia sempat menyebutkan bakal bertanya dulu ke penyidik lainnya. Usai bertanya, wartawan harian ini kembali diarahkan ke BNN Sulut. “Silakan tanya ke BNNP kasus tersebut,” singkat salah satu penyidik.

Ditambahkan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo, jika benar ada penangkapan oknum anggota dewan, penyidik makin profesional dan tidak pandang bulu. “Sesuai instruksi pak Kapolri. Pemberantasan narkoba tidak boleh setengah-setengah. Siapa saja tertangkap tangan harus diproses hukum,” tegas Tompo. “Pasti, kasus tersebut masih pengembangan penyidik,” tandas mantan Wadirreskrimsus Polda Maluku Utara ini.(ctr-29/ctr-53/ria/gnr)

Kirim Komentar