09 Agu 2017 10:12

Parade Kendaraan Hias Masih Primadona TIFF

MyPassion
Sepanjang jalan raya di Pusat Kota Tomohon dipenuhi warga yang ingin menyaksikan parade kendaraan hias. Foto: Reza Mangantar/MP

TOMOHON—Tomohon International Flower Festival (TIFF) salah satu idola iven pariwisata Sulawesi Utara (Sulut). Tahun ini, sudah digelar ketujuh kali. Pada 2008, 2010, 2012, 2014, 2015 dan 2017. Tournament of Flower (ToF) atau parade kendaraan hias, masih menjadi primadona acara serangkaian TIFF.

Pesona ToF menyedot lautan manusia. Tak heran, sepanjang jalan raya di Pusat Kota Tomohon dipenuhi warga. Puncaknya, saat 31 float (kendaraan hias, red) start dari Stadion Parasamya Walian Tomohon. Diketahui, Stadion Parasamya diisolasi sejak Minggu (6/8). “Disengaja, agar memberikan sensasi surprise bagi pengunjung,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Tomohon Dra Vonny Pontoh.

Diawali atraksi kolone senjata Brimob Polda Sulut. Selain itu, personil Polda menggunakan berbagai baju adat dari seluruh Indonesia. Juga, memperagakan tarian adat beberapa daerah. Mencerminkan keanekaragaman budaya dari Sabang sampai Merauke. Tak lama berselang, parade diawali Float Kota Tomohon. Float besar ini dipenuhi Bunga Krisan yang juga menjadi ikon TIFF. Bunga Krisan Riri dan Kulo ini diakui kementerian pertanian sebagai ikon TIFF.

Melambangkan Kota Tomohon subur, sehingga berpredikat Kota Bunga. Parade diiringi alunan musik kolintang, kelompok berkuda, flower fashion carnival, tarian budaya, marching band menambah nuansa keramaian. Kostum bunga, TNI/Polri, kementrian/lembaga, semuanya menjadi spot foto selfie dadakan. Anak-anak, orang tua, hingga lansia mencuri kesempatan mengabadikan gambar pada parade satu tahunan ini.

Sebanyak 31 float menampilkan berbagai bentuk dekorasi kendaraan hias bunga. Nuansa profil setiap negara, daerah, lembaga, kantor. Semuanya menggunakan bunga hidup dan asli dari Kota Tomohon.

Sekira pukul 11.00, peserta parade sempat basah gerimis hujan. Gerimis sesaat membuat pesona bunga justru terlihat lebih berwarna. “Itu adalah hujan berkat,” kata Wali Kota Tomohon Jimmy Eman.

Dia mengatakan, seluruh kegiatan TIFF adalah persembahan rakyat beserta pemerintah kota kepada bangsa dan tanah air Indonesia. “Semua dari kerjasama dari pemerintah, pelaku-pelaku usaha dan masyarakat Tomohon. Itu tentunya untuk negeri tercinta Sulawesi Utara dan Indonesia Raya,” ungkap Eman. “Iven ini mulai dilaksanakan pada 2008 dan mulai 2015, telah diterima kementerian pariwisata RI untuk digelar sebagai ajang tahunan,” tambah Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengungkapkan apresiasi kepada pemerintah kota dan rakyat Tomohon atas terselenggaranya TIFF. “Tomohon International Flower Festival (TIFF, red) bukan hanya milik rakyat dan Pemerintah Kota Tomohon. Melainkan, milik seluruh rakyat Sulawesi Utara,” ujar Kandouw, saat membuka kegiatan dengan memukul tetengkoren.

Dia berharap, TIFF kali ini akan lebih bagus dari tahun sebelumnya. Sehingga, ada prospek lebih tinggi. “Tahun ini akan lebih bagus dari tahun kemarin, dan tahun depan akan jauh lebih bagus dari tahun ini,” pintanya.

Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata Hesti Reko Astuti menegaskan, TIFF masuk agenda nasional dan berdampak positif bagi daerah. Kalau dilihat data, sekira 14.734 kunjungan turis mancanegara pada 2015 di Tomohon. Meningkat di 2016 menjadi 26.441 wisatawan. “Itu sangat luar biasa peningkatannya,” ujar Astuti.

Ditambahkannya pula, untuk kunjungan wisatawan nusantara, sekira 126.597 orang (2013, red) menjadi 244.593 (2016, red). “Ini juga sangat signifikan. Nantinya bisa lebih dari 250.000 wisatawan. Diharapkan, Pemerintah Kota Tomohon dapat terus berinovasi. Agar lebih mendunia,” tandasnya. Parade pun berakhir di kompleks Kantor Rindam Tomohon sekira pukul 15.00. (ctr-25/vip)

Kirim Komentar